Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 07:30 WIB | Rabu, 14 September 2016

Hari Pertama Gencatan Senjata Suriah Berlangsung Damai

Hari Pertama Gencatan Senjata Suriah Berlangsung Damai
Aktris AS sekaligus duta khusus UNHCR Angelina Jolie berbicara kepada anak-anak saat mengunjungi kamp pengungsian Suriah di Azraq, Yordania pada 9 September 2016. (Foto-foto: AFP)
Hari Pertama Gencatan Senjata Suriah Berlangsung Damai
Warga Suriah berlari saat mendengar kabar serangan udara pemerintah di Douma, kota yang dikuasai pemberontak, 9 September 2016.
Hari Pertama Gencatan Senjata Suriah Berlangsung Damai
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara saat konferensi pers setelah menggelar pertemuan untuk membahasa krisis Suriah di Jenewa, 9 September 2016. AS dan Rusia pada Jumat menyepakati rencana gencatan senjata di Suriah dan menetapkan dasar untuk proses perdamaian, kata Kerry.
Hari Pertama Gencatan Senjata Suriah Berlangsung Damai
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry (tengah) tiba di Jenewa, Swiss, jelang peretemuannya dengan Menteri Luar Rusia Sergei Lavrov untuk mendiskusikan masalah Suriah, 9 September 2016.

ALEPPO, SATUHARAPAN.COM - Gencatan senjata Suriah yang ditengahi Moskow dan Washington tampaknya dilaksanakan dengan baik saat memasuki sehari penuh pertamanya pada hari Selasa (13/9). Sejumlah koresponden dan aktivis melaporkan situasi tenang di medan tempur utama pada malam hari.

Sejumlah koresponden AFP dari kedua sisi kota Aleppo menyatakan bahwa situasi pada malam hari berlangsung tanpa suara-suara serangan roket ke daerah kekuasaan rezim atau pun serangan udara ke distrik pemberontak.

Penduduk tetap berada di jalanan hingga tengah malam, memanfaatkan momen gencatan senjata yang mulai diberlakukan pada saat matahari terbenam di hari pertama libur Idul Adha.

Koresponden AFP di ibu kota kekuasaan rezim dan pinggiran yang dikuasai pemberonyak mengatakan bahwa situasinya sangat tenang.

Di kota pusat kekuasaan oposisi di Talbisseh, yang terkena serangan besar sebelum gencatan senjata, aktivis Hassaan Abu Nuh mengatakan bahwa serangan rezim sudah berhenti.

“Kami biasanya berjaga sepanjang malam dengan menggunakan pesawat tempur, tetapi berkat Tuhan, semalam kami semua bisa tidur,” katanya kepada kantor berita AFP.

Sementara di provinsi barat laut, Idlib, yang sebagian besar dikuasai pemberontak dan tempat serangan udara menewaskan 13 orang pada Senin, seorang aktivis juga melaporkan situasi yang sangat tenang pada malam hari.

“Kali ini, kami bisa tidur tenang. Semalam rasanya sangat menyenangkan,” kata Nayef Mustafa, dari Kota Salqin. 

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home