Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:33 WIB | Rabu, 03 Agustus 2016

Haris Azhar Siapkan Tim Kuasa Hukum

Haris Azhar Siapkan Tim Kuasa Hukum
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar (tengah) memberikan keterangan kepada awak di kantornya Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, Rabu (3/8) terkait pelaporan yang dilakukan oleh TNI dan BNN di Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik. Haris mengatakan dirinya sudah mempersiapkan tim kuasa hukum yang terdiri dari YLBHI, LBH, Peradi dan beberapa lembaga lainnya. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Haris Azhar Siapkan Tim Kuasa Hukum
Haris Azhar tiba di kantornya di kawasan Jakarta Pusat, setelah dilaporkan oleh TNI dan BNN terkait tulisan kesaksian dari terpidana mati Freddy Budiman.
Haris Azhar Siapkan Tim Kuasa Hukum
Awak media yang meliput Koordinator KontraS Haris Azhar yang sedang memberikan keterangan terkait dengan pelaporan yang dilakukan oleh TNI dan BNN dengan tuduhan pencemaran nama baik di Mabes Polri.
Haris Azhar Siapkan Tim Kuasa Hukum
Koordinator KontraS Haris Azhar memberikan keterangan langkah apa yang akan dilakukan setelah pelaporan terhadap dirinya yang dilakukan oleh TNI dan BNN ke Mabes Polri.
Haris Azhar Siapkan Tim Kuasa Hukum
Dua siswi melintas di depan kantor KontraS yang terletak di Jalan Kramat II, Jakarta Pusat yang saat ini ramai didatangi oleh awak media pasca pelaporan yang dilakukan oleh TNI dan BNN mengenai kesaksian terpidana mati Freddy Budiman yang disampaikan dalam tulisan oleh Haris Azhar.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar sudah mempersiapkan tim kuasa hukum terkait pelaporan dirinya di Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri).

“Sudah ada tim kuasa hukum yang mau membantu, dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Peradi dan beberapa lembaga lainya,“ kata Haris saat memberikan keterangan di kantor KontraS Jalan Kramat II, Jakarta Pusat, hari Rabu (3/8).

Haris mengatakan, dia baru mengetahui kabar tentang pelaporan dirinya dalam acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta.

“Jadi benar, ada laporan masuk yang ditujukan kepada saya, dari institusi BNN dan TNI yang telah melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik,” kata Haris.

Haris menyayangkan atas apa yang dilakukan oleh BNN dan TNI terkait pelaporan tersebut. Dia menyampaikan, apa yang dilakukannya semata hanya untuk sebuah niat baik.

“Semoga niat baik saya ini bisa menjadi langkah dalam menuju sebuah perbaikan. Saya sepakat bahwa narkoba harus diberantas, dan saya mengakui bahwa Freddy Budiman adalah seorang bandit,” ujar Haris.

“Saya berharap harusnya informasi tersebut menjadi bahan dasar untuk ditelusuri, dan perlu dibentuk tim khusus. Saya tidak mau tim yang dibentuk dari masing-masing instansi, tetapi tim yang independen.”

Haris Azhar sebelumnya telah menuliskan dari ucapan yang disampaikan salah satu terpidana mati Freddy Budiman terkait keterlibatan instansi negara TNI dan BNN dalam peredaran narkoba di Indonesia. Tulisan yang diberi judul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian Bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)” beredar di situs resmi KontraS sebelum eksekusi mati dilakukan. 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home