Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 09:10 WIB | Kamis, 09 Juni 2016

Ibu Bakar Putrinya Hidup-hidup sebab Kawin Lari dengan Pacar

Ibu Bakar Putrinya Hidup-hidup sebab Kawin Lari dengan Pacar
Anggota keluarga menenangkan Hassan Khan yang istrinya dibakar oleh ibu mertuanya karena tidak menyetujui perkawinan mereka. (Foto:wydailynews.com)
Ibu Bakar Putrinya Hidup-hidup sebab Kawin Lari dengan Pacar
Hassan Khan menunjukkan foto istrinya, Zeenat Rafiq yang tewas dibakar oleh ibunya (Foto: K.M. Chaudary/AP)

LAHORE, SATUHARAPAN.COM - Seorang wanita di Lahore, Pakistan, diduga menyiram putri remajanya dengan minyak tanah dan membakarnya pada hari Rabu (8/6). Parveen Rafiq, sang ibu, rupanya marah dengan putrinya karena kawin lari dengan seorang pria yang tidak disetujuinya.

Menurut Associated Press, pihak berwenang mengatakan Parveen mengikat putrinya, Zeenat, 17, di sebuah pondok sebelum membakarnya. Polisi akhirnya tiba di rumah - di daerah padat kelas pekerja di kota itu - menemukan tubuh hangus Zeenat, yang kabarnya juga menunjukkan tanda-tanda pemukulan dan pencekikan.

Mereka menangkap Parveen dan mencari anaknya, yang diduga ikut membantu dalam pembunuhan itu, menurut laporan setempat.

Seorang pejabat polisi setempat mengatakan kepada AP bahwa Parveen telah mengaku melakukannya dan bahkan mengklaim, "Saya tidak menyesal."

Suami Zeenat, Hassan Khan, mengatakan kepada wartawan bahwa pasangan itu telah jatuh cinta sejak mereka bertemu di sekolah tapi lamaran pernikahannya ditolak oleh keluarga.

AP memiliki rincian lebih lanjut: Khan, suami dari wanita yang tewas di Lahore, kata ibu dan pamannya mengunjunginya tiga hari yang lalu untuk mencoba membujuknya untuk kembali ke rumah dan menjalani upacara pernikahan dengan keluarga, sehingga dia tidak akan dicap sebagai seseorang yang telah kawin lari. Dia ingat istrinya mengatakan kepadanya: ". Jangan biarkan aku pergi, mereka akan membunuhku."

Insiden ini mengikuti episode serupa pekan lalu di mana seorang guru sekolah dibakar karena diduga menolak untuk menikah dengan pria yang usianya dua kali usianya; pelakunya diduga adalah ayah pria itu.

Di Pakistan hal seperti ini disebut pembunuhan demi kehormatan dan  cukup lazim. Sebuah laporan oleh komisi independen di negara itu, yang diterbitkan pada bulan April, menemukan bahwa hampir 1.100 perempuan yang diyakini telah membawa keburukan kepada keluarga  dibunuh oleh kerabat pada 2015.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home