Loading...
EKONOMI
Penulis: Bayu Probo 13:58 WIB | Sabtu, 09 November 2013

Indeks Dow Capai Rekor Tertinggi, Harga Twitter Melemah

Ilustrasi. (Sumber: dok. satuharapan.com)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Saham-saham di Wall Street berakhir jauh lebih tinggi pada Jumat (Sabtu 9/11 pagi WIB), setelah pertumbuhan pekerjaan AS untuk Oktober secara luas melampaui proyeksi, mengangkat Dow ke penutupan tertinggi sepanjang masa.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 167,80 poin (1,08 persen) menjadi 15.761,78, melampaui rekor penutupan indeks saham unggulan dua hari lalu.

Indeks berbasis luas S&P 500 maju 23,46 poin (1,34 persen) menjadi 1.770,61, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq bertambah 61,90 poin (1,60 persen) pada 3.919,23.

Bursa saham "rebound" dari kerugian curam Kamis (8/11) setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan ekonomi AS menambah 204.000 pekerjaan pada Oktober, dua kali lipat dari apa yang analis perkiraan, dan merevisi dua bulan sebelumnya menambah 60.000 pekerjaan lain.

"Investor mungkin telah mulai mengharapkan ekspektasi untuk kapan Federal Reserve akan memulai proses pengurangan stimulus moneternya," Charles Schwab & Co. mengatakan dalam sebuah catatan pasar. Ada kabar baik, juga, pada pendapatan pribadi, yang naik

lebih dari yang diperkirakan 0,5 persen pada September, Departemen Perdagangan melaporkan secara terpisah, sedangkan pengeluaran pribadi naik 0,2 persen.

Data positif mengimbangi penurunan dalam indeks sentimen konsumen University of Michigan untuk November menjadi 72,0 dari 73,2 pada Oktober.

Saham keuangan berada dalam permintaan. Pada kelompok Dow, JPMorgan Chase memimpin kenaikan, melonjak 4,5 persen. Goldman Sachs menambahkan 2,2 persen dan American Express naik 1,1 persen.

Twitter melemah pada hari kedua perdagangannya setelah laris dalam debutnya di Wall Street. Saham layanan pesan ini, yang belum membuat keuntungan, turun 7,2 persen menjadi ditutup pada 41,65 dolar AS. Pada Kamis saham melonjak 73 persen menjadi 44,90 dolar AS, dari harga penawaran umum perdana sebesar 26 dolar AS.

Anggota Dow, The Walt Disney Co, melonjak 2,1 persen setelah melaporkan kuartal fiskal keempat lebih baik dari perkiraan, dengan laba 77 sen per saham mengalahkan perkiraan sepeser.

McDonald, anggota Dow yang lain, tergelincir 0,2 persen. Raksasa makanan cepat saji ini melaporkan penjualan tokonya secara global meningkat 0,5 persen pada Oktober.

"Kami tidak tahu bagaimana hal itu dapat mempertahankan pertumbuhan di masa depan pada tingkat ini, dibandingkan dengan dekade lalu," kata Jon Ogg dari 24/7 Wall St.

Harga obligasi merosot karena laporan pekerjaan yang kuat. Imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun AS naik menjadi 2,75 persen dari 2,61 persen pada Kamis, sementara imbal hasil pada obligasi 30-tahun meningkat menjadi 3,84 persen dari 3,73 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.

Dolar Lebih Tinggi Didukung Laporan Pekerjaan AS

Kurs dolar mencetak kenaikan yang mantap terhadap euro pada Jumat (Sabtu 9/11 pagi WIB), setelah laporan pertumbuhan pekerjaan yang cukup kuat memicu harapan Federal Reserve bisa segera mulai mengurangi stimulus moneternya yang besar.

Euro jatuh menjadi 1,3368 dolar pada sekitar 22.00 GMT (Sabtu pukul 05.00 WIB), turun dari 1,3414 dolar pada waktu yang sama Kamis (7/11).

Dolar melonjak menjadi 99,04 yen dari 98,02 yen. Euro juga lebih kuat terhadap mata uang Jepang, naik menjadi 132,40 yen dari 131,50 yen.

 "Para investor membeli dolar secara agresif didukung laporan penggajian," kata Kathy Lien dari BK Asset Management.

 Departemen Tenaga Kerja mengatakan ekonomi Amerika Serikat menambah 204.000 pekerjaan pada Oktober, dua kali lipat apa yang diramalkan para analis, dan merivisi dua bulan sebelumnya menambahkan 60.000 pekerjaan lainnya.

Pertumbuhan pekerjaan positif, meskipun terjadi penutupan sebagian kegiatan pemerintah federal selama 16 hari, menunjukkan ekonomi terbesar dunia itu bisa berada dalam kondisi yang lebih baik daripada diyakini sebelumnya, dan bisa mendorong Federal Reserve memutuskan untuk mengurangi program pembelian asetnya, atau pelonggaran kuantitatif (QE) pada akhir tahun ini.

"Pasar mengambil berita itu sebagai tanda bahwa Federal Reserve akan mulai mengurangi kebijakan QE3 lebih cepat daripada yang diperkirakan -- mungkin Desember jika kondisi pekerjaan mendukung harapan," kata Christopher Vecchio, seorang analis mata uang di DailyFX.

Untuk Lien, laporan pekerjaan itu memperpanjang serangkaian kejutan ekonomi positif yang bisa memberikan kepercayaan diri kepada pembuat kebijakan The Fed untuk mengurangi stimulusnya sebelum Maret.

"Intinya adalah bahwa jika penutupan kegiatan pemerintah tidak terjadi, tingkat pengangguran bisa berada di 7,0 persen dan dengan antisipasi menjadi lebih sehat kembali dalam laporan pekerjaan pemerintah pada November, kondisi pasar tenaga kerja cukup kuat untuk mendukung pengurangan stimulus Desember menjadi pilihan serius bagi The Fed," katanya.

Penurunan tajam euro terhadap greenback terjadi di tengah data zona euro yang bervariasi dan penurunan peringkat kredit Prancis oleh perusahaan pemeringkat S&P menjadi AA dari AA+.

Menambah tekanan adalah penurunan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis, membawa suku bunga utamanya ke tingkat terendah baru sepanjang waktu 0,25 persen setelah bertahan tidak berubah pada 0,5 persen sejak Mei.

Pound jatuh menjadi 1,6019 dolar dari 1,6075 dolar pada Kamis, sementara dolar juga naik terhadap mata uang Swiss, menjadi 0,9216 franc dari 0,9159 franc. (AFP/Antara)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home