Loading...
DUNIA
Penulis: Ardy Pradana Putra 16:52 WIB | Kamis, 13 November 2014

India dan AS Selesaikan Sengketa Isu Keamanan Pangan

India dan AS hari Kamis (13/11) menyelesaikan sengketa perjanjian pangan. India berkukuh mempertahankan subsidi pangan bagi petani miskin, yang menurut AS dan WTO mengganggu perdagangan bebas. (Foto : bbc.com/Reuters)

NEW DELHI, SATUHARAPAN.COM - India dan AS hari Kamis (13/11) menyelesaikan sengketa pendapat terkait isu keamanan pangan, membuka jalan bagi kesepakatan perdagangan global.

Peluang terjadinya kesepakatan pedagangan global terhalang di World Trade Organization (WTO) Summit di Bali, pada tahun lalu, setelah India menyatakan menolak aturan pencabutan subsidi pangan.

Kesepakatan perdagangan global berlaku pada pertengahan tahun depan. Penyelesaian sengketa dilakukan ketika Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi AS, menghadiri acara pertemuan puncak bilateral pada bulan September.

Analis memperkirakan kesepakatan perdagangan global bisa menambahkan suntikan dana sebesar 1 triliun dollar AS (Rp 122 triliun) ke ekonomi dunia.

Perwakilan Dagang AS Michael Froman mengatakan penyelesaian sengketa pendapat dengan India, membuat munculnya harapan semua negara anggota WTO melakukan implementasi perjanjian fasilitas perdagangan, yang disepakati di Bali tahun lalu.

Froman mengatakan India dan AS sepakat program ketahanan pangan India tidak akan berada di bawah aturan WTO. Menteri Perdagangan India Nirmala Sitharaman mengatakan di Twitter, AS dan India telah berhasil menyelesaikan kebuntuan kesepakatan keamanan pangan global.
“Dewan umum WTO akan menerima usulan India dan AS, dan akan mendukung kami,” kata Sitharaman.

India menegaskan negara-negara berkembang melihat penyediaan pasokan pangan sebagai solusi yang diperlukan, untuk memastikan petani miskin dan konsumen bertahan hidup dalam komunitas bisnis global.

Penyediaan pasokan pangan dan subsidi pangan untuk orang miskin dianggap mengganggu perdagangan global, yang dibawah aturan WTO. Negara-negara barat, yang dipimpin  AS menyerukan penghapusan penyediaan pasokan pangan karena mengganggu pasar pangan global dan perdagangan bebas. (bbc.com)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home