Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 16:03 WIB | Sabtu, 17 September 2016

Irman Gusman Diduga DItangkap KPK Kecelakaan Besar bagi DPD

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) La Ode Ida. (Foto: Dok.satuharapan.com)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari Sabtu (17/9) pagi melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap anggota DPD berinisial IG.

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) La Ode Ida merasa terpukul mendapatkan kabar tersebut.

“Prihatin dan sangat sedih. Berita ini membuat saya sangat terpukul, sedih, dan tak bisa omong apa-apa lagi," kata La Ode saat dalam pesan singkat yang diterima satuharapan.com, di Jakarta, hari Sabtu (17/9).

Mantan Wakil Ketua DPD ini menilai tertangkapnya anggota DPD itu merupakan kecelakaan besar bagi lembaga wakil daerah.

“Lembaga yang pernah saya pimpin 10 tahun terkena musibah besar dengan tertangkap tangannya dua anggotanya oleh KPK. Yang lebih menjadikan saya tak habis pikir dan tak masuk akal, adanya info ketua DPD adalah salah satu yang terkena OTT KPK itu," kata dia.

Jika info itu benar, kata La Ode. maka merupakan kecelakaan besar bagi DPD RI itu.

“Saya sendiri berteman sangat baik dengan Ketua DPD, Irman Gusman (IG). Kami berteman sangat tulus, dan selama pengalaman saya, tak pernah membayangkan IG berani melakukan seperti yang terjadi dalam OTT itu. Karena yang bersangkutan memang saya kenal sebagai figur pebisnis yang mapan, dan juga suka membantu sesama. Makanya, sekali lagi, saya hampir tak percaya dengan informasi itu. Mungkin juga yang bersangkutan masuk dalam jebakan," kata dia.

Apalagi, kata La Ode di intern DPD dalam beberapa bulan terakhir mengalami goncangan politik terkait dengan perubahan tatib untuk menjadikan jabatan pimpinan DPD hanya 2,5 tahun, di mana sasaran tembaknya adalah posisi IG.

Namun demikian, jika benar itu terjadi, maka biarkanlah diproses secara hukum. Mudah-mudan di sana akan terbuka kebenaran yang berkeadilan.

“Dengan kenyataan itu, posisi DPD tentu akan kian sulit. Akan sulit untuk perkuat posisi kewenangan kelembagaannya, karena akan dianggap bahwa memperkuat kewenangan DPD hanya akan memperbanyak orang-orang di lembaga politik yang berperilaku korupsi," kata dia.

Selain itu, kata La Ode, citra DPD di mata publik akan jadi rusak.

“Ini pun yang buat saya sedih, karena selama 10 tahun saya pimpin lembaga itu (bersama  Ginandjar K dan juga bersama IG), citra dan marwah lembaga tetap kami jaga," kata dia.

“Saya berharap, peristiwa sekarang ini menjadi pelajaran berharga dan terakhir bagi orang-orang DPD".

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home