Loading...
INDONESIA
Penulis: Ignatius Dwiana 07:03 WIB | Kamis, 01 Agustus 2013

Islamis Tunisia Kian Terpojok Pasca Mundurnya Menteri Pendidikan

Warga Tunisia berkumpul di luar gedung Majelis Konstituante di Tunis pada 29 Juli 2013 menuntut pemerintah yang didominasi Islamis mundur. (Foto situs al Arabiya)

TUNISIA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Pendidikan Tunisia Salem Labyedh mengundurkan diri. Juru bicara Perdana Menteri mengatakan pada hari Rabu (31/7), tekanan meningkat pada pemerintahan Islamis untuk mundur di tengah krisis politik yang berkembang.

Pembunuhan tokoh oposisi  sayap kiri Mohammad al Brahimi minggu lalu merupakan pembunuhan kedua yang dilakukan tersangka militan Islam dalam enam bulan ini. Peristiwa ini telah mengganggu ketegangan transisi politik yang dimulai ketika Tunisia menggulingkan pemimpin otokratis Ben Ali pada tahun 2011.

Partai-partai oposisi, serikat buruh terbesar, dan partai sekuler Ettakatol, mitra koalisi partai Islam Ennahda yang berkuasa, semuanya menuntut pemerintah mundur.

Salem Labyedh, seorang independen sekuler, mengatakan dia sedang mempertimbangkan mengundurkan diri setelah kawan sayap kirinya  Mohamed al Brahmi ditembak mati pada hari Kamis (25/7). Pemerintah menuding pelakunya kelompok garis keras Salafi Islam. Sementara pihak oposisi menyalahkan Ennahda.

Pihak oposisi juga menyerukan pembubaran Majelis Konstituante transisi. Itu terjadi  hanya beberapa minggu sebelum lemabga terpilih itu menyelesaikan rancangan konstitusi baru.

Ennahda telah memperlunak penolakannya atas tuntutan oposisi.  Ennahda mengatakan terbuka atas kemungkinan pemerintahan baru tetapi tegas menolak tuntutan pembubaran Majelis.

Editor : Yan Chrisna


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home