Loading...
INSPIRASI
Penulis: Benny Sinaga 00:25 WIB | Jumat, 06 September 2013

Jalur Kanan Hanya Untuk Mendahului

foto: ymindrasmoro

SATUHARAPAN.COM – Pagi ini dengan terburu-buru saya mengendarai motor dan menjadi kesal karena terpaksa melambat akibat seorang bapak yang ngotot tetap berada di sisi kanan jalan tetapi dengan kecepatan rendah. Saya tidak bisa melewatinya karena di sebelah kiri banyak kendaraan yang memang seharusnya lambat. Dengan sedikit gelisah, saya hanya bisa mengekor di belakang bapak yang entah sadar atau tidak bisa membuat saya terlambat sampai tujuan.

Bukannya saya senang kebut-kebutan, tetapi dalam situasi tertentu saya harus memacu motor saya sedikit lebih cepat dari sekadar 40 km/jam. Dengan situasi khusus ini, sering saya jumpai orang-orang yang tidak menyadari posisinya berkaitan dengan kecepatan kendaraan mereka. Hal ini membuat ”jalur kanan hanya untuk mendahului” tidak berlaku lagi.

Saya merenungkan apa makna yang bisa saya dapatkan selain belajar sabar dan berangkat lebih pagi? Saya menemukan bahwa tanpa kita sadari ”posisi” kita menjadi penghalang bagi orang lain untuk maju. Karena kita merasa lebih dahulu masuk ke perusahaan tempat kita bekerja, lebih senior, lebih merasa berpengalaman, tahu bagaimana menjalankan pekerjaan dengan cara dan waktu kita sampai-sampai kita tidak bisa menerima perubahan yang lebih cepat yang mungkin diusulkan oleh yunior atau bawahan kita. Kita menjadi sangat keras kepala dengan ”kecepatan” kita tanpa melirik ke ”spion” untuk melihat perubahan-perubahan, kemajuan-kemajuan, potensi-potensi dari orang yang ada di belakang kita.

Mari kita menjadi orang yang mendorong orang lain mencapai keberhasilan dan bukan orang keras kepala yang menghambat mereka selangkah lebih maju.

 

editor: ymindrasmoro

email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home