Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:37 WIB | Jumat, 18 Juli 2014

Jatuhnya Pesawat MH17, Rusia dan Ukraina Saling Tuding

Jatuhnya Pesawat MH17, Rusia dan Ukraina Saling Tuding
Puing-puing jet Malaysian Airlines yang membawa 298 orang dalam penerbangan Amsterdam-Kuala Lumpur setelah jatuh di dekat kota Shaktarsk di Ukraina timur yang dikuasai oleh pemberontak. Otoritas Kiev mengklaim pesawat tersebut ditembak oleh jet Ukraina. Sementara Kepala badan otoritas penerbangan Ukraina mengatakan bahwa kru jet Malaysian Airlines melaporkan tidak ada malasah selama penerbangan. Semua dari 298 orang yang berada dalam pesawat MH17 itu meninggal. (Foto: AFP)
Jatuhnya Pesawat MH17, Rusia dan Ukraina Saling Tuding
Foto Cor Pan dan pesawat Malaysia Airline yang diunggah dalam akun Facebook-nya.

KIEV, SATUHARAPAN.COM – Para pejabat di Ukraina dan  Rusia saling menuding siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat milik perusahaan penerbangan Malaysia Airline di perbatasan Ukraina dengan Rusia pada hari Kamis (17/7).

Pesawat jenis Boeing 777 dengan nomor penerbangan MH17 yang terbang dari Amsterdam, Belanda, menuju Kuala Lumpur, Malaysia itu membawa 298 penumpang dan awak. Jatuh di kawasan ladang jagung akibat ditembak peluru kendali permukaan ke udara.

Pejabat Amerika Serikat, seperti dikutip AFP, mengatakan bahwa pesawat itu jatuh oleh tembakan peluru kendali permukaan ke udara.

Pemerintah Ukraina mengatakan jet itu ditembak jatuh dalam "aksi teroris." Komentar yang terkait menyebutkan pemimpin pemberontak pro-Rusia mungkin melakukan kesalahan dengan menyuruh anak buahnya menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines itu, karena menduga itu adalah pesawat angkut militer Ukraina.

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa pihak Ukraina bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Dia menyebutkan hal itu dilakukan pasukan Ukraina yang pertempuran melawan pemberontak pro Moskow  yang berada di wilayah timur negara itu.

Foto Sebelum Terbang

Seorang pemuda Belanda diberitakan telah memposting pada akun Facebook-nya foto pesawat Malaysia Airline yang jatuh itu beberapa menit sebelum dia menaiki pesawat. Dia menulis, "Jika harus menghilang, ini adalah apa yang tampak."

Cor Pan, nama pemuda itu, yang tampaknya akan berlibur pantai ke Malaysia. Dia memposting foto sebagai guyon yang terkait  penerbangan Malaysia Airlines lain (MH370) yang menghilang secara misterius di atas Samudera Hindia pada bulan Maret.

Namun beberapa jam kemudian penerbangannya juga akan menghilang dari layar radar, dan diberitakan jatuh di wilayah timur Ukraina. Namun belum ada konfirmasi bahwa Cor yang tinggal di Volendam, 15 kilometer utara dari Amsterdam, berada di pesawat itu. Sedangkan fotonya itu menunjukkan diambil dari landasan pesawat  yang menandai lokasi "dekat bandar udara Schipol." Tampaknya foto diambil dari gerbang di dekat tempat penumpang menunggu untuk naik pesawat.

Komentar oleh teman-temannya di Facebook, menunjukkan kemungkinan dia berada di dalam penerbangan itu. Pada hari Kamis fotonya telah di-share ke lebih dari 10.000 kali di situs media sosial.

Meledak di Udara

Diberitakan bahwa pada pukul  01:09 GMT, pertolongan pertama tiba di lokasi kecelakaan. Kantor berita AFP menyebutkan bahwa bagian tubuh korba berserakan dalam radius kilometer dari puing-puing pesawat. Muatan pada bagasi berserakan di jalan. Sisa pesawat penumpang itu berserakan di sebuah ladang jagung. Hal itu menggambarkan sebagai pembantaian mengerikan yang terjadi di timur Ukraina itu.

"Orang-orang picik," kata seorang warga setempat, Natalia, yang terguncang dan berdiri di depan rumahnya di dekat pusat puing-puing yang hancur.

"Apakah Anda pikir mereka mengerti tentang perang ini di Ukraina? Bahkan kami tidak memahaminya," kata dia.

Di ladang di mana tergeletak sirip ekor Boeing-777 yang dicat dengan warna Malaysia Airlines tergeletak di padang rumput beberapa bagasi dan barang-barang pribadi dari 295 penumpang. Puluhan jenazah yang terpotong-potong terletak di antara puing-puing.  Bagian tubuh dua penumpang tetap terikat  pada sisa-sisa kursi mereka yang hangus.

"Saya tidak tahu bagaimana orang bisa menyaksikan hal ini," kata Oleg, seorang pejuang separatis, menambahkan bahwa dia membantu mengumpulkan 13 jenazah. "Mereka terpotong-potong."

Saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa ada ledakan keras dan pesawat itu tampaknya hancur di udara sebelum puing-puing berjatuhan. Orang-orang di sebuah desa sekitar sembilan kilometer dari lokasi jauhnya pesawat melaporkan menemukan sisa-sisa pesawat.  Beberapa masih menyala dan ada bau yang kuat dari minyak terbakar.

"Saya mau sekitar 16.00 ketika mendengar sebuah ledakan besar,"  kata Katya, 64 tahun. "Rasanya seperti gempa bumi."  Anaknya tertua, Alexander, 43 tahun menunjukkan tanda menghitam akibat terbakar di pagar sekitar pertaniannya yang hangus oleh pecahan menyala yang jatuh dari langit.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home