Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:40 WIB | Jumat, 18 Juli 2014

Ukraina Rilis Percakapan Pemberontak Setelah Pesawat MH17 Ditembak

Ukraina Rilis Percakapan Pemberontak Setelah Pesawat MH17 Ditembak
Seorang kerabat penumpang pesawat MH17 Malaysia Airlines dari Amsterdam dikelilingi oleh para wartawan saat dia tiba di Kuala Lumpur International Airport di Sepang pada 18 Juli 2014. (Foto: AFP)
Ukraina Rilis Percakapan Pemberontak Setelah Pesawat MH17 Ditembak
Penerbangan MH17 Malaysia Airlines membawa 298 orang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika jatuh pada 17 Juli di Ukraina timur, yang menurut para pejabat AS ditembak oleh rudal dari darat ke udara. Tampak puing-puing berserakan di lokasi jatuhnyapesawat. (Foto: dari Kyiv Post/AFP)

KIEV, SATUHARAPAN.COM – Badan Keamanan Negara Ukraina yang dalam bahasa lokal disingkat sebagai SBU merilis percakapan kelompok pemberontak Ukraina yang didukung Rusia dengan perwira intelijen militer Rusia.

Percakapan itu antara lain menyebutkan mereka menembak pesawat milik perusahaan penerbangan Malaysia, dan menyebut mahasiswa Indonesia yang kuliah di sebuah universitas di Thompson.

Dalam berita yang dipublikasikan media Ukraina, Kyiv Post, hari Jumat (18/7) disebutkan bahwa Igor Bezler dari kelompok pemberontak melaporkan kepada kolonel intelijen Rusia. Dia mengatakan, “Kami baru saja menembak jatuh pesawat. Kelompok Minera. Itu jatuh di luar Yenakievo (Donetsk Oblast).

Pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airline penerbangan MH17 yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur diduga ditembak jatuh oleh sekelompok militan Cossack yang didukung Rusia di dekat desa Chornukhine, Luhansk Oblast, sekitar 80 kilometer sebelah barat dari Donetsk.

Menurut rekaman panggilan telepon yang disadap badan keamanan negara (SBU) antara petugas intelijen militer Rusia dan anggota kelompok teroris (pemberontak) menunjukkan mereka yang menembak pesawat tersebut.

Satu panggilan telepon dilakukan pada pukul 4:40 waktu Kyiv, atau 20 menit setelah pesawat jatuh oleh orang bernama Igor Bezler (IB), yang oleh SBU disebut sebagai seorang perwira intelijen militer Rusia dan komandan terkemuka dari  Republik Rakyat Donetsk memproklamirkan diri  dengan dukunfgan Rusia.

Igor Bezler melapor kepada orang yang diidentifikasi oleh SBU Ukraina sebagai kolonel di departemen intelijen utama markas umum angkatan bersenjata Federasi Rusia, Vasili Geranin (VG) mengenai ditembaknya pesawat, yang akan segera diperiksa oleh anggota militan.

100 Persen Pesawat Sipil

Percakapan kedua yang berhasil disadap dan dirilis oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dilakukan oleh  militan yang dijuluki "Major" dan "Greek". Percakapan terjadi segera setelah pemeriksaan lokasi kecelakaan.

"Ini 100 persen pesawat penumpang (sipil)," kata “Mayor”, karena ia mengaku tidak melihat ada senjata di lokasi. "Benar-benar tidak ada. Item Sipil, barang obat-obatan, handuk, kertas toilet. "

Dalam bagian ketiga dari percakapan antara komandan Cossack, Nikolay Kozitsin, dengan seorang militan dikenal sinis menyebutkan bahwa “pesawat Malaysia Airlines bisa saja telah membawa mata-mata, seperti, walaupun jika tidak, tidak akan ada bisnis penerbangan di daerah itu.”

Transkrip Percakapan

Berikut ini transkrip percakapan telepon yang disadap dan dirilis oleh SBU Ukraina, dan dikutip oleh Kyiv Post:

Igor Bezler (IB): Kami baru saja menembak jatuh pesawat. Kelompok Minera. Itu jatuh di luar Yenakievo (Donetsk Oblast).
Vasili Geranin (VG): Pilot. Di mana pilot?
IB: Pergi untuk mencari dan memotret pesawat. Merokok.
VG: Sejak berapa menit?
IB: Sekitar 30 menit yang lalu.

Percakapan Kedua

SBU Mencatat: Setelah memeriksa situs jatuhnya pesawat, "teroris" sampai pada kesimpulan bahwa mereka telah menembak jatuh sebuah pesawat sipil. Bagian selanjutnya dari percakapan berlangsung sekitar 40 menit kemudian.

"Major": Ini adalah orang-orang Chernukhin yang menembak jatuh pesawat. Dari check point Chernukhin. Mereka Cossack yang berbasis di Chernukhino.
"Greek": Ya, Major.
"Major": Pesawat jatuh pecah di udara. Di daerah tambang Petropavlovskaya. Yang pertama "200" (kode kata untuk orang mati). Kami telah menemukan pertama "200". Sipil.
"Greek": Nah, apa yang Anda miliki di sana?
"Major": Singkatnya, itu adalah 100 persen pesawat penumpang (sipil).
"Greek": Apakah banyak orang di sana?
"Major": Sh…! Puing-puing jatuh bebeerapa yard (dari rumah).
"Greek": Apa jenis pesawatnya?
"Mayor": Saya belum dipastikan ini. Saya belum sampai ke lokasi utama. Saya hanya mengamati adegan di mana tubuh pertama jatuh. Ada sisa-sisa dari dalam, kursi dan tubuh.
"Greek": Apakah ada sesuatu yang tersisa dari senjata?
"Major": Sama sekali tidak ada. Item Sipil, barang obat-obatan, handuk, kertas toilet.
"Greek": Apakah ada dokumen?
"Major": Ya, seorang mahasiswa Indonesia. Dari sebuah universitas di Thompson.

Dalam Percakapan Lain

Militan: Mengenai pesawat yang  ditembak jatuh di daerah Snizhne-Torez. Ini adalah (pesawat) sipil. Jatuh dekat Grabove. Ada banyak mayat perempuan dan anak-anak. Cossack di luar sana melihat semua ini.
Mereka mengatakan di TV AN-26,  pesawat transportasi, tetapi mereka mengatakan itu  ada tulisan Malaysia Airlines di pesawat. Untuk apa dia di wilayah Ukraina?

Nikolay Kozitsin: Itu berarti mereka membawa mata-mata. Mereka tidak boleh…  terbang. Ada terjadi perang.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home