Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:05 WIB | Selasa, 06 Oktober 2015

Jepang Kecam Pembunuhan atas Warganya di Bangladesh

Ilustrasi: Proses Olah Tempat Kejadian Perkara terbunuhnya warganya Jepang, Kunio Hoshi yang ditembak orang tak dikenal di Bangladesh pada hari Sabtu (3/10). (Foto: AFP)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM – Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga menyatakan kemarahan pemerintah Jepang atas pembunuhan warganya, Kunio Hoshi yang ditembak orang tak dikenal di Bangladesh pada hari Sabtu (3/10).

“Seperti tindakan pengecut tidak boleh diulang. Saya merasa marah dengan tindakan semacam itu," kata  Yoshihide Suga  di Tokyo, Senin (5/10).

Pemerintah Jepang memperpanjang masa berbelasungkawa kepada keluarga Hoshi, Yoshihide mengatakan pemerintah sedang mencari penyelidikan penuh atas kasus ini.

Pada Minggu (4/10), pemerintah Bangladesh menolak klaim bahwa  kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah)  bertanggung jawab atas insiden yang menimpa Hoshi. Pemerintah Bangladesh menolak pernyataan bahwa kelompok Negara Islam tumbuh subur di negara tersebut.

Setelah  peristiwa tertembaknya Hoshi di Bangladesh utara kelompok Negara Islam (IS, Islamic State) mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, menurut SITE (Search for International Terrorist Entities) Intelligence Group, yang memonitor posting jihad online menyebut Negara Islam  juga  bertanggung jawab atas pembunuhan seorang pekerja bantuan Italia, Cesare Tavella (berusia 50 tahun) pekan lalu di ibu kota Bangladesh, Dhaka.

Kala itu seperti dikutip BBC, petugas polisi setempat, Asaduzzaman Mia mengatakan Tavellla sedang olahraga lari ketika ditembak  dari belakang.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menolak klaim Negara Islam tersebut karena siapa saja bisa  memposting sesuatu secara online secara tidak bertanggung jawab.

“Mengapa kita harus menerima fakta  bahwa kami adalah negara Teroris, kami tidak terima akan hal itu,” kata dia.

Hasina menyalahkan oposisi utama negara itu Partai Nasionalis Bangladesh  atas dua serangan tersebut. Dia mengatakan  modus operandi kedua pembunuhan itu sama dan aktor intelektual di balik kedua peristiwa tersebut sama.  "Intelijen kami sedang menyelidiki itu," kata Hasina.

Dia menambahkan  pemerintahannya akan menangkap dan mengadili pihak-pihak di balik serangan.

“Itu berita sampah, tidak ada IS (Islamic State, red) di negeri ini,” kata Menteri Muda Urusan Dalam Negeri Bangladesh  Asaduzzaman Khan hari Minggu (4/10).

“Mengapa mereka (IS, Islamic State, red) melakukannya di sini? Saya rasa itu adalah insiden untuk merusak  negara ini,” dia menambahkan.

“Klaim yang mencurigakan dan kami memeriksa,” dia menambahkan. (japantimes.co.jp/ bbc.com)

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home