Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 19:56 WIB | Minggu, 27 Maret 2022

Joe Biden Sebut Vladimir Putin Sebagai Tukang Jagal

Joe Biden Sebut Vladimir Putin Sebagai Tukang Jagal
Presiden AS, Joe Biden, bertemu dengan pengungsi Ukraina dan pekerja bantuan kemanusiaan selama kunjungan ke Stadion PGE Narodowy, Sabtu, 26 Maret 2022, di Warsawa. (Foto: AP/Evan Vucci)
Joe Biden Sebut Vladimir Putin Sebagai Tukang Jagal
Seorang tentara Ukraina menggunakan teropongnya di dalam parit tentara, di pinggiran Mykolaiv, Ukraina, Sabtu, 26 Maret 2022. (Foto: AP/Petros Giannacouris)

WARSAWA, SATUHARAPAN.COM-Presiden Amer4ika Serikat, Joe Biden, pada hari Sabtu (26/3)  menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai "tukang jagal" setelah mengunjungi para pengungsi di Warsawa, Polandia. Itu adalah kritik keras atas tindakan pemimpin Rusia di Ukraina yang telah menyebabkan jutaan pengungsi melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Selama kunjungan itu, Biden ditanya oleh wartawan apa yang membuat dia berpikir tentang melihat para pengungsi Ukraina di Stadion Narodowy saat dia berurusan dengan Putin setiap hari. Biden menjawab: "Dia seorang tukang jagal."

Setelah awalnya berusaha untuk mengecilkan persaingan pribadi antara dirinya dan Putin, Biden telah meningkatkan retorikanya terhadap Putin selama 10 hari terakhir.

Pekan lalu, Biden untuk pertama kalinya menyebut Putin sebagai "penjahat perang" dan kemudian menyebutnya sebagai "diktator pembunuh, penjahat murni yang mengobarkan perang amoral melawan rakyat Ukraina." Dia juga menyebut invasi Rusia ke Ukraina "tidak manusiawi."

Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu secara resmi menyatakan bahwa anggota angkatan bersenjata Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina. Keputusan untuk mengeluarkan tuduhan resmi menandai langkah signifikan oleh pemerintah AS setelah berminggu-minggu menolak untuk secara resmi mengatakan bahwa serangan yang dilakukan terhadap warga sipil di Ukraina adalah kejahatan perang.

Namun, masih harus dilihat apakah akan ada pertanggungjawaban bagi mereka yang dituduh melakukan kejahatan yang dituduhkan, dan apakah Putin sendiri akan dipaksa untuk memikul tanggung jawab.

Lebih dari 3,5 juta pengungsi kini telah meninggalkan Ukraina, menurut data dari badan pengungsi PBB yang dirilis pada Selasa. Sebagian besar pengungsi itu telah melarikan diri ke tetangga barat Ukraina di seluruh Eropa.

Polandia, yang berbatasan dengan Ukraina di sebelah barat, telah mendaftarkan lebih dari dua juta pengungsi Ukraina yang menyeberang ke negara itu, meskipun tidak semua pengungsi yang telah memasuki Polandia tetap berada di sana.

Selama sesi tanya jawab singkat, Biden menceritakan bagaimana dia pernah ke tempat-tempat seperti ini dalam hidupnya tetapi mengatakan dia selalu terkejut dengan "kedalaman dan kekuatan jiwa manusia."

Kemajuan militer Rusia tampaknya terhenti di sekitar kota-kota besar Ukraina seperti Kiev dan Kharkiv, dan seorang jenderal top Rusia mengatakan bahwa fase pertama invasi mereka telah berakhir dengan fokus sekarang bergerak ke bagian timur Ukraina. Rusia juga gagal mencapai superioritas udara di Ukraina dan telah menderita kerugian besar personel sejak awal invasi.

"Secara umum, tugas utama tahap pertama operasi telah selesai," kata Kolonel Sergei Rudskoy, wakil kepala pertama Staf Umum Rusia, dalam briefing hari Jumat. "Potensi tempur angkatan bersenjata Ukraina telah berkurang secara signifikan, memungkinkan kami, saya tekankan lagi, untuk memfokuskan upaya utama untuk mencapai tujuan utama, pembebasan Donbas."

Ketika ditanya tentang Rusia yang mengubah strategi militer mereka di Ukraina, Biden berkata, "Saya tidak yakin mereka melakukannya." (AFP/CNN)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home