Loading...
INDONESIA
Penulis: Kartika Virgianti 18:30 WIB | Rabu, 15 Januari 2014

Jokowi: Isu Banjir Dipolitisir? Tidak Apa-apa

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. (Foto: Kartika V.)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Akibat banjir masih terjadi tahun ini, ada yang menganggap Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) belum mampu memenuhi janji kampanye pada pemilihan gubernur DKI pada 2012 lalu.

“Ya enggak apa-apa mau dipolitisir, mau ditembak, mau diapain ya enggak apa-apa,” jawabnya ketika ditanyakan di Balai Kota, Rabu (15/1). .

“Tapi saya tidak mau terlalu terkotak-kotak seperti itu. Yang penting bagaimana kerja cepat, fokus. Namun, (penyelesaian banjir) bukan dalam artian setahun dua tahun, perlu waktu,” kata Jokowi tegas.

Menurut dia, menyelesaikan masalah banjir harus merupakan kerja sama pemerintah pusat, Pemprov DKI, daerah sekitar dan masyarakat.

“Kita ini tidak bekerja sendiri. Seperti hari ini, ini airnya kan hampir 80 persen dari wilayah atas (hulu), dan 13 sungai besar ini kan, tanggung jawab pemerintah pusat. Ini harus jelas, kita hanya kebagian selokan dan parit,” ujarnya.

Meskipun ada tanggul yang jebol, dan seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, Pemprov DKI tetap memiliki tanggung jawab, terutama dalam segi kontrol.

“Tanggul jebol kita juga ikut masuk, ikut kontrol juga. Keruk waduk kita terjunin juga semua,” ungkap dia.

Bahkan ia meminta agar jika ada tanggul yang jebol sewaktu-sewaktu, sekecil apa pun kerusakannya harus segera diperbaiki.

“Meskipun yang jebol itu cuma sedikit, tetap harus cepat-cepat diperbaiki supaya kerusakannya tidak makin bertambah parah. Tanggul jebol itu berdampak langsung ke masyarakat,” kata Jokowi di sela-sela tinjauannya di Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (15/1).

Saat ini, menurut Jokowi, pihaknya telah mengerahkan bahan-bahan material yang diperlukan sekaligus sejumlah pekerja untuk memperbaiki tanggul yang jebol itu.

“Kami sudah siapkan di lokasi, baik materialnya, maupun pekerjanya. Sekarang sudah dikerjakan. Supaya lebih cepat, kita berencana meminta bantuan tambahan dari TNI, mungkin Kopassus atau Kodam,” ujar Jokowi.

Dia menuturkan penyebab jebolnya tanggul tersebut karena usia tanggul yang sudah tua dan hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut, sehingga terjadi peningkatan debit air.

“Hujan deras, debit air naik, sedangkan umur tanggul itu sudah terlalu lama, sehingga tidak mampu lagi menampung. Akhirnya, tanggul pun jebol. Maka, bagian yang jebol itu harus segera ditutup supaya air yang mengalir keluar tidak bertambah banyak,” tutur Jokowi.

Pada musim hujan sekarang ini, dia mengungkapkan pengecekan terhadap kondisi tanggul-tanggul harus sering dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan dan banjir.

“Manajemen kontrol dan pengecekan langsung di lapangan harus sering-sering dilakukan supaya kita tahu mana saja tanggul yang rusak dan harus segera diperbaiki. Perbaikan pertama bisa bersifat darurat, tapi selebihnya harus bersifat permanen, “ ungkap Jokowi.

Dia menargetkan proses perbaikan tanggul tersebut akan rampung dalam waktu sekitar tiga atau empat hari ke depan.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home