Loading...
INDONESIA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 10:53 WIB | Senin, 16 November 2015

Jokowi: Strategi Investasi Bidang Industri Harus Jelas

Presiden Jokowi pada Working Lunch para Kepala Negara G-20 di Antalya, Turki, hari Minggu (15/11) (Foto: Intan/Sekretariat Presiden)

ANTALYA, TURKI, SATUHARAPAN.COM – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menegaskan strategi investasi di bidang industri harus jelas. Setiap negara tidak boleh ketergantungan kepada ekspor bahan mentah. Ekspor komoditas harus mulai diubah menjadi investasi di sektor produksi.

“Di mana barang yang diekspor, minimal setengah jadi, syukur kalau barang jadi,” kata Presiden Jokowi ketika usai mengikuti Working Session I Pertemuan G20 di Kota Antalya, Turki, hari Minggu (15/11).

Oleh karena itu, Presiden menekankan arah dari strategi pembangunan negara harus jelas, termasuk strategi investasi, strategi tenaga kerja.

“Semuanya harus dirancang dengan baik,”ujar Presiden.

Presiden memberi contoh, strategi investasi harus jelas apa yang harus dikejar. Tentunya yang utama adalah investasi di bidang infrastruktur dan padat karya, karena 60 persen dari pengangguran yang berjumlah 7,5 juta orang itu adalah lulusan SD, SMP dan SMK.

“Sehingga masuknya harus ke investasi padat karya. Meskipun yang berkaitan dengan hi-tech juga dikerjakan dengan baik,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan, investasi di bidang infrastruktur sangat penting karena memberikan banyak dampak, baik pada jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek misalnya, akan membuka lapangan pekerjaan pada saat pembangunan infratruktur. Jangka menengah menyebabkan mobilitas jasa, barang dan orang menjadi lebih cepat.

“Jangka panjang transportasi akan murah, distribusi logistik lebih murah. Akhirnya harga barang itu lebih murah,” kata Presiden. (PR)

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home