Loading...
SAINS
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 12:58 WIB | Jumat, 02 Mei 2014

Jumlah Meninggal akibat Virus MERS Menjadi 107 Orang

Menteri Kesehatan Saudi Abdullah al-Rabia berbicara selama konferensi pers di Riyadh, 20 April 2014. (Foto: reuters.com)
RIYADH, SATUHARAPAN.COM - Arab Saudi hari Kamis (1/5) melaporkan jumlah kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), penyakit baru yang mematikan, meningkat hampir dua kali lipat di bulan April. Pada Selasa dan Rabu kemarin ditemukan lagi 26 orang yang terinfeksi di Arab Saudi.
 
Kasus pertama MERS di Mesir juga dilaporkan. Pekan lalu seorang pria 27 tahun yang tinggal di Arab Saudi, saat kembali ke Mesir menderita sakit setelah sebelumnya ada kontak fisik dengan pamannya yang meninggal karena MERS di Arab Saudi.
 
Keprihatinan internasional terhadap penyebaran penyakit akut ini semakin meningkat karena Arab Saudi akan kedatangan sejumlah besar peziarah asing selama bulan Ramadhan pada Juli, dan diikuti oleh jutaan lagi yang akan naik haji pada bulan Oktober.
 
Meskipun WHO mengatakan penyakit ini sama seperti virus SARS yang sulit untuk ditularkan antarsesama manusia, sebagian besar kasus yang dilaporkan di Arab Saudi sejauh ini tampaknya terjangkit antarorang dan bukan terinfeksi dari hewan.
 
Tim ahli WHO telah tiba di Arab Saudi dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk meningkatkan langkah-langkah pengendalian infeksi, khususnya di rumah sakit, dan mempelajari bagaimana virus menyebar.
 
Tujuh dari kasus baru muncul di Jeddah, empat di Mekkah, 10 di Riyadh, dua di Kota Tabuk utara dan masing-masing satu kasus di Hafr al-Batin dekat Kuwait dan Najran dekat Yaman. Dua orang, yang sebelumnya didiagnosis menderita penyakit tersebut, meninggal.
 
Kasus-kasus baru di Arab Saudi itu menjadikan total jumlah penderita menjadi 371 orang, meningkat 89 persen dari jumlah bulan April dan sudah 107 meninggal sejak dua tahun yang lalu dimana pertama kali MERS terdeteksi.
 
Para ahli percaya sumber awal penularan adalah dari reservoir hewan, kemungkinan besar dari unta. Pada Selasa (29/4) Menteri Kesehatan Arab Saudi Adel Fakeih mengatakan supaya warga Saudi menghindari kontak fisik dengan unta atau mengkonsumsi susu mentah atau daging unta. (reuters.com)

BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home