Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 16:09 WIB | Selasa, 21 Oktober 2014

Kabinet Joko Widodo Harus Utamakan Kepentingan Rakyat

Kabinet Joko Widodo Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar saat memberikan keterangan kepada awak media bersama dengan sejumlah aktivis lainnya yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Sipil terkait dengan penyusunan Kabinet Menteri Pemerintah Joko Widodo yang harus mengutamakan kepentingan rakyat. Pernyataan sikap Organisasi Masyarakat Sipil tersebut disampaikan di kantor KontraS Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (21/10) (Foto-foto: Dedy Istanto).
Kabinet Joko Widodo Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Koordinator KontraS Haris Azhar (kiri) bersama dengan Iwan Nurdin dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Khalisah Khalid dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Ade Irawan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat Sipil saat menggelar jumpa pers terkait dengan penyusunan kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Kabinet Joko Widodo Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Eryanto Nugroho (kiri) didampingi Haris Azhar, dan Iwan Nurdin saat memberi keterangan kepada awak media terkait dengan persoalan penyusuana kabinet masa 14 hari pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus mengutamakan kepentingan rakyat.
Kabinet Joko Widodo Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
Khalisah Khalid dari Wahana Lingkungan Hidup (tengah) didampingi oleh Iwan Nurdin dan Ade Irawan saat memberikan keterangan kepada awak media terkait dengan persoalan penyusunan kabinet menteri pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Penyusunan Kabinet Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla harus menggambarkan kepentingan rakyat. hal tersebut disampaikan oleh sejumlah organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dan Indonesia Corruption Watch (ICW) di kantor KontraS Jalan Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (21/10).

Koordinator KontraS Haris Azhar mengatakan Joko Widodo harus memastikan agar kepentingan partai politik dan pengusaha tidak ada conflict on interest dengan jabatan yang akan diemban. Ada tiga hal yang harus dijalankan oleh Presiden Joko Widodo yaitu soal kemampuan, komitmen, dan keberanian.

Untuk itu Organisasi Masyarakat Sipil menyatakan sikapnya dengan melakukan pengumuman kabinet dengan memaksimalkan masa 14 hari sebagaimana ditentukan dalam Undang Undang Kementerian Negara. Kemudian segera lakukan klarifikasi atas nama-nama yang dicalonkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Ombudsman Republik Indonesia dan Direktorat Pajak.

Selanjutnya menindaklanjuti secara serius rekomendasi dari berbagi komisi dan institusi di atas dan memastikan agar tidak ada terjadi konflik kepentingan dari partai politik dan kalangan pelaku bisnis dengan jabatan di dalam kabinet. Dan terakhir meminta Joko Widodo untuk membuka ruang pelibatan dan partisipasi masyarakat atas nama-nama yang dicalonkan sebagai menteri.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home