Loading...
DUNIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 13:50 WIB | Minggu, 13 September 2015

Kanada Bentuk Dana Dampingan untuk Bantu Pengungsi Suriah

Ilustrasi. Bantuan kemanusiaan dari Rusia sudah tiba di Suriah. (Foto: Sana)

OTTAWA, SATUHARAPAN.COM – Kanada akan membentuk dana bantuan darurat untuk para pengungsi yang melarikan diri dari Suriah, mendampingi sumbangan pribadi warga sebesar 100 juta dolar Kanada (sekitar Rp 1,07 triliun), kata pemerintah Ottawa mengumumkan, Sabtu (12/9).

Christian Paradis, menteri pembangunan internasional, dalam konferensi persnya memuji kemurahan hati masyarakat Kanada, dan mengatakan dana dampingan tersebut akan “memastikan donasi mereka bisa memberikan pengaruh yang sangat besar.”

“Dana ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar orang-orang yang terdampak konflik di kawasan tersebut,” kata menteri Paradis, menambahkan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk memberikan berbagai bentuk bantuan, “seperti tempat penampungan, makanan, kesehatan dan air.”

Dana ini juga akan membantu memberikan “perlindungan dan pendidikan darurat,” serta memberikan “bantuan di beberapa negara transit pengungsi jika negara-negara tersebut memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan pembangunan.”

Dana dampingan pemerintah Ottawa akan berlaku untuk donasi yang diberikan masyarakat Kanada sebelum 31 Desember 2015, kata Paradis.

Dia mengatakan pemerintah akan mengucurkan dana tersebut kepada kelompok-kelompok bantuan internasional seperti Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

“Kami ingin memastikan bahwa kami bekerja sama dengan orang-orang lapangan yang memiliki kapasitas untuk menjangkau mereka yang sangat membutuhkan,” kata menteri tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Ontario Kathleen Wynne mengumumkan secara terpisah bahwa provinsinya akan menampung 5.000 pengungsi pada akhir tahun.

Kanada telah menampung sekitar 2.500 pengungsi dari kawasan perang dan pemerintah konservatif Perdana Menteri Stephen Harper mengatakan pihaknya akan menerima 10.000 pengungsi tambahan dari Suriah dan Irak per tahun dalam tiga tahun ke depan.(AFP)

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home