Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 14:43 WIB | Senin, 20 April 2020

Kanada, Pria Bersenjata Membunuh 16 Orang

Petugas membawa korban tewas akibat seorang pria bersenjata dan mengamukan dengan menembaki orang-orang di sebuah kota di Kanada,Minggu (19/4). (Foto dari canberratimes.com.au)

TORONTO, SATUHARAPAN.COM-Seorang pria bersenjata yang menyamar sebagai petugas polisi menembak orang-orang di rumah mereka di Provinsi Nova Scotia, Kanada yang menewaskan 16 orang. Ini adalah serangan paling mematikan dalam sejarah negara itu. Para pejabat mengatakan pada hari Minggu (19/4) bahwa orang yang diduga sebagai penembak juga tewas.

Seorang petugas polisi termasuk di antara mereka yang terbunuh. Beberapa mayat ditemukan di dalam dan di luar sebuah rumah di kota kecil Portapique, sekitar 100 kilometer utara Halifax. Mayat juga ditemukan di lokasi lain.

Serangan itu dimulai Sabtu (18/4) malam, dan pihak berwenang percaya penembak itu mungkin telah menargetkan korban pertamanya tetapi kemudian mulai menyerang secara acak.

Semalam, polisi mulai menasihati penduduk kota, yang sudah dikunci karena pandemi virus corona, untuk mengunci pintu mereka dan tinggal di ruang bawah tanah. Beberapa rumah di daerah itu juga terbakar.

Polisi mengidentifikasi pria yang diyakini sebagai penembak bernama Gabriel Wortman, 51tahun, yang diperkirakan tinggal paruh waktu di Portapique. Pihak berwenang mengatakan dia mengenakan seragam polisi dan membuat mobilnya terlihat seperti sebuah mobil Polisi Kanada.

Polisi pertama kali mengumumkan bahwa mereka telah menangkap Wortman di sebuah pompa bensin di Enfield, di luar Halifax, tetapi kemudian mengatakan ia telah meninggal. Tidak jelas bagaimana caranya, dan mereka tidak menjelaskan lebih lanjut.

"Ini adalah salah satu tindakan kekerasan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah provinsi kami," kata Perdana Menteri Nova Scotia, Stephen McNeil.

Juru bicara RCMP (Royal Canadian Mounted Police), Daniel Brien, mengkonfirmasi bahwa 16 orang telah tewas selain tersangka. Perwira yang tewas diidentifikasi sebagai Polisi Heidi Stevenson, seorang ibu dari dua anak dan telah 23 tahun bergabung dalam kepolisian. Petugas lain juga terluka.

Penembakan massal relatif jarang terjadi di Kanada. Negara itu mengubah undang-undang pengendalian senjata setelah pria bersenjata, Marc Lepine, membunuh 14 perempuan dan dirinya sendiri di perguruan tinggi Ecole Polytechnique di Montreal pada tahun 1989. (AP)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home