Loading...
SAINS
Penulis: Sotyati 10:01 WIB | Kamis, 23 Juni 2016

Kemenag-USAID Sinergi Persiapkan Calon Guru Profesional

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin (tengah). (Foto: kemenag.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggandeng Badan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) Prioritas untuk meningkatkan mutu penyiapan calon guru profesional di LPTK PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).

“Kami akan mereformasi proses penyiapan calon guru di LPTK PTKIN. Ke depan, lulusan diharapkan lebih siap menjadi guru profesional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah dan sekolah,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin, di sela-sela diskusi dengan para Dekan Tarbiyah UIN/IAIN se-Indonesia untuk mendapat masukan dalam menyusun grand design rencana reformasi LPTK PTKIN di Bogor, Rabu, (22/6).

Kamaruddin mengakui masih ada kesenjangan antara teori dan konten yang diajarkan di kampus dan praktik di madrasah serta sekolah. Hal ini berakibat adanya penilaian bahwa proses perkuliahan dan pelatihan di kampus kurang relevan, kurang menarik, serta kurang menantang dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran.  “Ada anggapan, jika kualitas guru menurun, yang disalahkan adalah LPTK. Hal ini wajar menjadi keluhan karena kampus sebagai penyelenggara LPTK sering kali tidak senapas dengan inovasi di lapangan yang menekankan praktik,” tuturnya.

Guru besar Universitas Alaudin Makassar itu mengatakan, program reformasi LPTK Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri ini akan mengambil praktik baik yang sudah dikembangkan USAID Prioritas. Ada tiga hal utama yang dikembangkan. Pertama, menyusun grand design reformasi LPTK yang akan dimulai pada tahun 2017. Kedua, seluruh dosen Fakultas Tarbiyah akan dilatih memfasilitasi perkuliahan dengan pendekatan yang lebih menekankan pada praktik. Ketiga, mengembangkan madrasah lab mitra LPTK PTKIN untuk menjadi tempat praktik mengajar yang baik bagi mahasiswa.

Kemenag juga tengah menyiapkan 100 madrasah model yang akan menjadi mitra LPTK dalam menyiapkan calon guru profesional. Harapannya, bila mahasiswa praktik mengajar di madrasah yang telah menerapkan pembelajaran yang baik, dia memiliki pengalaman mengajar yang baik sehingga nantinya juga akan menjadi guru yang baik. Terutama dengan panduan terbimbing dari dosen pembimbing lapangan dan guru pamong bagi mahasiswa.

Lynne Hill, Adviser Teaching and Learning USAID Prioritas, menyampaikan dukungannya untuk rencana reformasi LPTK PTKIN  Kemenag. “Kami sudah bekerja sama dengan LPTK untuk menyiapkan fasilitator yang melatih dosen LPTK, melatih dan mendampingi madrasah mitra LPTK untuk tempat praktik mengajar mahasiswa, dan mengembangkan modul dan buku sumber perkuliahan. Dari langkah ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas perkuliahan penyiapan calon guru di LPTK PTKIN,” kata dia.

Ajar Budi Kuncoro, University and Stakeholder Coordination Senior Manager USAID Prioritas, menambahkan, sejak tahun 2013 hingga saat ini kemitraan USAID Prioritas dan 17 LPTK telah berjalan di delapan provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Barat.

Termasuk di dalamnya, 7 LPTK PTKIN, yakni UIN Ar-Raniry Aceh, IAIN Sumatera Utara, UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Walisongo Semarang, UIAN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Alaudin Makassar.

Ajar Budi menambahkan, ada 289 MI dan MTS mitra yang mendapatkan pelatihan dan pendampingan USAID Prioritas, serta lebih dari 4.000 madrasah melakukan diseminasi pelatihan dengan dana APBD maupun dana BOS. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home