Loading...
EKONOMI
Penulis: Prasasta Widiadi 23:40 WIB | Senin, 09 Maret 2015

Kemenhub Alokasikan Rp 234 Rupiah, Tunjang Infrastruktur Perkeretaapian

Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko saat hadir dalam sebuah acara di Kantor Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: Prasasta Widiadi).

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengalokasikan Rp 234 triliun untuk pembiayaan lima program perkeretaapian seperti yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.  

Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko memerinci lima kegiatan itu antara lain kegiatan pembangunan dan pengelolaan prasarana dan fasilitas pendukung Kereta Api (KA) yang dianggarkan Rp 228 triliun, kegiatan pembangunan dan pengelolaan sarana perkeretaapian  Rp 3,2 triliun.

Untuk kegiatan pembangunan dan pengelolaan keselamatan perkeretaapian yang dianggarkan  Rp 921 miliar, kegiatan pembangunan dan pengelolaan lalu lintas dan angkutan kereta api Rp 844 miliar dan dukungan manajemen serta teknis lainnya sebesar Rp 672 miliar.

"Indikator target utama kita ada lima, yakni konektivitas, daya saing, kelancaran, keselamatan dan dampak lingkungan," kata Direktur Jenderal Perkerataapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko dalam konferensi pers di Kemenhub, Jakarta, Senin (9/3).

Dari segi konektivitas, lanjut dia, pihaknya menargetkan terbangunnya jalur kereta api menjadi 3.258 kilometer dari jalur yang sudah ada (existing) saat ini, sepanjang 985 kilometer, meningktkan jumlah bandara yang diakses oleh KA menjadi 13 bandara dari dua bandara saat ini, yakni di Kualanamu, Medan dan Yogyakarta , jumlah pelabuhan yang diakses menjadi 20 pelabuhan dari lima pelabuhan, jumlah kota yang menerapkan angkutan massal berbasis KA menjadi 14 kota dari tujuh kota dan pembangunan sarana KA perintis (termasuk sarana KA kerja) menjadi 250 unit dari 106 unit.

Untuk daya saing, Hermanto menargetkan pangsa angkutan penumpang KA menjadi 7,5 persen dari 3,18 persen saat ini, semetara untuk pangsa muatan angkutan barang KA menjadi lima persen dari 0,16 persen.

Hermanto menjelaskan kelancaran dalam konteks ketepatan keberangkatan dan kedatangan KA penumpang dan barang ditargetkan menjadi 75 persen dari 62,65 persen saat ini.

"Keselamatan dalam konteks tingkat kecelakaan KA diturunkan menjadi 0,020 kejadian per satu juta kilometer perjalanan KA, dari 0,037 kejadian per satu juta kilometer perjalanan KA," katanya.

Dia memerinci pembangunan jalur KA antarkota Trans Sumatera, di antaranya jalur KA baru Bireun-Lhokseumawe-Langsa-Belitung, Jalur KA baru Rantauprapat Duri-Dumai, Jalur Duri-Pekanbaru, Jalur Pekanbaru-Muaro, Jalur Pekanbaru-Jambi-Palembang, Jalur Simbang-Tanjung Api Api, Jalur Ganda KA Prabumulih-Kertapati, Jalur Ganda KA Muara Enim-Lahat, Jalur Ganda Cempaka-Tanjung Karang, dan Jalur Ganda Sukamenanti-Tarahan.

Sementara itu reaktivasi Trans Sumatera, yakni Binjai-Besitang, Padang Panjang-Bukit Tinggi-Payakumbuh, Pariaman-Naras-Sungai Limau dan Muara Kalaban-Muaro dan lainnya.

Koridor Sulawesi di antaranya Jalur KA Baru Manado-Bitang, Jalur KA Baru Pare-Pare-Mamuju, Jalur Makassar-Pare Pare, Jalur Makassar-Sungguhminasa-Takalar-Bulukumba-Watampone dan Jalur Mamuju-Palu Isimu (persiapan).

Koridor Kalimantan di antaranya pembangunan KA khusus/batubara. akses pelabuhan (skema kps), yakni Muara Wahau-Muara Bengalon, Murung Raya-Kutai Barat-Paser Penajam Paser Utara-Balikpapan, Puruk Cahu-Mangkatib/Batanjung.

Jalur KA Baru Kalimantan, di antaranya Jalur Tanjung-Paringin-Barabai-Rantau-Martapura-Banjarmasin, Jalur Balikpapan-Samarinda, Jalur Tanjung-Balikpapan, Jalur Banjarmasin-Palangkaraya, Jalur Palangkaraya-Sangau-Pontianak-Batas Negara (persiapan), dan Jalur Samarinda-Sangata-Tanjung Redep-Batas Negara (persiapan).  (Ant). 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home