Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 14:48 WIB | Minggu, 21 November 2021

Kemenko PMK: Literasi Warga Indonesia Rendah

Rapat di Kemenko PMK membahas Peta Jalan Pembudayaan Literasi, hari Kamis (18/11). (Foto: Humas Menko PMK)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Indonesia menghadapi masalah besar dalam literasi. Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebutkan Indonesia berada pada posisi 10 terbawah dari 70 negara yang memiliki tingkat literasi rendah.

Padahal sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sangat diperlukan menjelang Indonesia Emas pada tahun 2045. Ada tiga aspek yang harus dipenuhi untuk mewujudkan SDM mumpuni, yaitu literasi dasar, karakter, dan kompetensi.

Persoalan literasi masih menjadi hal yang harus dibenahi di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Pemerintah melalui Kemenko PMK tengah merancang "Peta Jalan Pembudayan Literasi Nasional". Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenko PMK ,Didik Suhardi, mengatakan, Peta Jalan Pembudayan Literasi akan menjadi acuan bagi Kementerian/Lembaga, komunitas, dan lembaga swadaya masyarakat terkait untuk melaksanakan program-program pembudayaan literasi.

Hal itu disampaikan Didik dalam Rapat Finalisasi Peta Jalan Pembudayaan Literasi, secara daring dan luring pada hari Kamis (18/11).

Peta Jalan Pembudayan Literasi Nasional yang tengah dirancang, terdapat beberapa ruang lingkup yang ingin disasar, yakni Pembudayan Literasi Keluarga, Pembudayan Literasi Sekolah Pembudayan Literasi Perguruan Tinggi, dan Pembudayan Literasi Masyarakat.

Didik menyampaikan, literasi memiliki makna yang luas. Ada makna kemampuan memahami informasi, kemampuan berkomunikasi, ataupun kemampuan baca tulis. Literasi juga bermakna kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan.

Kemampuan literasi perlu dimiliki untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.  Rapat tersebut dihadiri Asisten Deputi Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Kemenko PMK Jazziray Hartoyo, narasumber dan para ahli dalam bidang literasi, serta perwakilan dari Kemendikbudristek, Perpustakaan Nasional, Akademisi, dan komunitas literasi dari berbagai daerah.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home