Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 20:40 WIB | Sabtu, 02 April 2016

Kenya Beri Penghargaan Guru Muslim yang Mati demi Bela Kristen

Salah Farah, pria yang akhirnya meninggal setelah ditembak oleh kelompok ekstremis Al-Shabab karena membela orang Kristen, tampak dalam gambar ini ketika dirawat di rumah sakit dan mendapat kunjungan (Foto: financialspots.com)

NAIROBI, SATUHARAPAN.COM - Presiden Kenya akan menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada Salah Farah, seorang guru beragama Islam yang pasang badan bahkan kehilangan nyawa demi membela rekan-rekannya yang beragama Kristen dari ancaman pembunuhan kelompok teroris al-Shabab.

Tindakan heroik itu ia lakukan dalam sebuah bus pada Desember tahun lalu yang telah menjadi pemberitaan di seluruh dunia.

Presiden Uhuru Kenyatta menyampaikan rencana pemberian penghargaan dalam pidato kenegaraannya pada hari Kamis (31/3)  di depan parlemen negara itu. Ia mengatakan dia akan menganugerahkan Order of The Grand Warrior, salah satu penghargaan tertinggi di negara Kenya, kepada Farah.

Farah dan sekitar 60 penumpang lainnya tengah berada dalam sebuah bus dalam perjalanan dari ibukota Kenya, Nairobi, ke Mandera, pada 21 Desember lalu ketika militan al-Shabab menyerbu dan menembaki penumpang dalam bus.

Dengan menodongkan senjata, teroris itu memberhentikan bus dan memerintahkan penumpang Muslim dan Kristen agar saling memisahkan diri dalam kelompok masing-masing. Farah, yang merupakan wakil kepala sekolah dasar di Mandera, menolak perintah itu. Ia justru mengatakan agar para teroris membunuh saja mereka semua satu per satu tanpa membedakan agama. Militan al-Shabab sebelumnya dikenal sering mengeksekusi kalangan umat Kristen dan sebaliknya membiarkan umat Islam bebas.
 
Sekarang, tiga bulan setelah serangan itu, Farah, ayah dari lima orang anak, akan diberi penghargaan secara anaumerta oleh Kenya atas tindakannya yang gagah berani.

Farah kemudian terkena tembakan di pinggulnya dan juga di lengannya. Satu bulan kemudian Farah meninggal ketika menjalani operasi. Sebelum ia meninggal, kepada The Daily Nation, surat kabar Kenya, ia bercerita kembali kejadian ketika itu. Dirinya berkata kepada para teroris itu agar membunuh mereka semua yang ada di bus tanpa pandang Kristen atau Islam.

"Manusia harus hidup damai bersama," kata Farah kepada Voice of America, dari atas tempat tidurnya pada Januari lalu.

"Kita bersaudara. Hanya agama yang membedakan kita, sehingga saya meminta kepada saudara-saudara Muslim agar menjaga umat Kristen sehingga umat Kristen juga menjaga kita. Dan mari kita membantu satu sama lain dan hidup bersama dengan damai."

Pada hari Kamis dalam pidatonya, Kenyatta memuji Farah, dan mengatakan di depan parlemen bahwa umat Muslim "menolak untuk dipecah-belah dengan terorisme," menurut laporan BBC News.

"Kita adalah penjaga saudara kita. Saya salut dengan Salah Farah,  guru Muslim yang meninggal demi melindungi umat Kristen dalam serangan Al-Shabab," kata Kenyatta, sebagaimana disiarkan oleh The Daily Nation.

Kakak Farah, Rasheed, mengatakan  Presiden Kenya menelepon keluarga Farah pada hari Kamis dan menanyakan kabar lima anak Farah.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home