Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 09:52 WIB | Selasa, 30 April 2013

Ketika Nyawa Tak Lagi Berharga

Ketika Nyawa Tak Lagi Berharga
Seorang penumpang yang rela berdiri di sisi depan lokomotif kereta saat waktu pulang kerja, Senin, (29/04)
Ketika Nyawa Tak Lagi Berharga
Sejumlah penumpang yang memilih untuk duduk di atas gerbong, karena di dalam yang sudah penuh sesak
Ketika Nyawa Tak Lagi Berharga
Meski penertiban sering dilakukan kepada penumpang yang duduk di atas gerbong, namun hal tersebut tidak membuat para penumpang jera.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi moda transportasi massa yang masih menjadi pilihan terbesar bagi masyarakat Jakarta. Rute yang panjang menjangkau berbagai wilayah seperti Bogor, Depok, Bekasi, Banten, dan lainnya dapat diakses dengan mudah dengan alat transportasi yang satu ini.

Aman dan nyaman tentu menjadi pilihan bagi para penumpang, namun tidak dari dua faktor ini bisa dirasakan para pengguna jasa kereta api. Bahkan demi sampai di tujuan, penumpang rela mengabaikan keamanan, kenyamanan, dan terlebih lagi keselamatan diri sendiri.

Berikut potret moda transportasi kereta dengan sebagian penumpangnya yang masih memilih untuk duduk di atas gerbong di perlintasan jalan raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Meski sudah dilakukan penertiban, namun hal tersebut sepertinya tidak berjalan dengan baik.

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home