Loading...
MEDIA
Penulis: Prasasta Widiadi 20:27 WIB | Jumat, 18 Desember 2015

Konferensi Internet Dunia Hasilkan Deklarasi Wuzhen II

Ilustrasi: Suasana sidang dan pemaparan Deklarasi Wuzhen II yang dibacakan Lu Wei, Kepala Administrasi Siber Tiongkok, hari Jumat (18/12). (Foto: xinhuanet.com).

WUZHEN, SATUHARAPAN.COM – Konferensi Internet Dunia (2nd World Intenet Conference/WIC) resmi berakhir hari Jumat (18/12), di Wuzhen, Republik Rakyat Tiongkok, dan menghasilkan Deklarasi Wuzhen II.

Deklarasi tersebut, seperti diberitakan Xinhua, hari Jumat (18/12) meminta semua negara untuk mempromosikan pengembangan Internet, keragaman budaya saling asah, asih, dan asuh  di dunia maya.

“Poin penting lainnya yakni setiap negara berbagi informasi hasil pembangunan di Internet, dan poin ketiga yakni menjamin perdamaian dan keamanan di dunia maya, dan meningkatkan tata kelola Internet secara global,” kata Lu Wei, Kepala  Administrasi Siber Tiongkok saat membacakan Deklarasi Wuzhen II.

Selama pertemuan profil tinggi, Presiden Xi Jinping mendesak semua negara untuk menghormati kedaulatan dan privasi setiap negara dalam memperoleh informasi di dunia maya,

“Presiden memerintahkan setiap negara bekerja sama dengan pikiran terbuka, dan meningkatkan tata kelola Internet bersama-sama dan berkesinambungan,” Lu Wei menambahkan.

“Konferensi ini berbuah dan kondusif untuk kerjasama dunia maya lebih dekat," kata Ren Xianliang, Wakil Direktur Internet dari Kantor Informasi Negara.

Lebih dari 2.000 pejabat pemerintah, para pemimpin organisasi dan pengusaha dari dalam dan luar negeri membahas tata kelola Internet dan mengupayakan kerjasama dunia maya selama pertemuan.

Dalam WIC menyaksikan penandatanganan serangkaian penawaran kerjasama  teknologi antara Tiongkok  dan beberapa perusahaan luar negeri companies.

Presiden Xi Jinping, dalam upacara pembukaan, hari Rabu (16/12) menyorot sejumlah prinsip untuk mereformasi bagaimana Internet diatur secara global, termasuk menghormati kedaulatan negara dalam dunia maya.

“Internet digunakan untuk tujuan pemeliharaan perdamaian dan keamanan, promosi keterbukaan dan kerjasama dan budaya urutan yang baik,” kata Xi Jinping, kala itu.

Presiden mengatakan dunia memiliki keinginan untuk membangun sistem pemerintahan yang multilateral, demokratis dan transparan, dan saat ini dunia yang transparan dan demokratis dapat terwujud lewat layanan internet yang optimal dan mencerdaskan taraf kehidupan bangsa.

Pidato telah menerima review positif dari orang-orang di rumah dan di luar negeri, termasuk Klaus Schwab, Ketua Eksekutif dan Pendiri World Economic Forum yang mengatakan pernyataan Xi pada dunia maya terbuka mencerminkan perlunya kerjasama global.

“Sebagai bagian dari globalisasi dan diversifikasi budaya, Internet dewasa ini memainkan peran dalam meningkatkan kemajuan manusia. Di sisi lain, banyak negara perlu mengantisipasi  kesenjangan informasi antar negara, dan penyebaran pesan berbau terorisme,” kata Schwab.  

Schwab menambahkan hanya dengan mendorong maju reformasi tata kelola Internet yang ada, maka akan menumbuhkan zona siber yang sehat dan  menjadi sebuah arena yang akan menguntungkan umat manusia  bukan mengganggu mereka.

“Setiap negara memiliki hak masing-masing untuk secara mandiri memilih jalan dan kebijakan pengembangan sistem informasi siber, dan menciptakan regulasi dunia siber yang berpijak ke regulasi  dunia maya internasional,” kata Schwab.  (xinhuanet.com).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home