Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 17:34 WIB | Rabu, 12 Oktober 2016

Konflik Irak dan Turki Makin Panas

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana menteri Irak, Haider Al-Abadi. (Foto: dok)

BAGHDAD, SATUHARAPAN.COM – Perdana menteri Irak  Haider AlAbadi menuduh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan "menuangkan minyak di atas api" dengan mengirim pasukan ke Irak, serta tidak serius menyelesaikan sengketa dengan Irak. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara PM Irak, hari Selasa (11/10).

Sebelumnya, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan Irak Perdana Menteri Haider Al-Abadi  tidak tahu diri dan menyebutnya dia "tidak selevel dengan saya."

Dengan pernyataan terbarunya yang menyebutkan Erdogan "menuangkan minyak di atas api," juru bicara PM Irka, Saad Al-Hadithi menambahkan bahwa tanggapan Turki telah membuat masalah hukum dan keamanan di Irak dan berkembang menjadi "masalah yang bersifat pribadi".

"Tampaknya Turki tidak serius memecahkan masalah dengan Irak," kata Hadithi seperti dikutip AFP.

Al-Abadi telah berulang kali menyerukan Turki untuk menarik pasukannya yang dikerahkan di dekat kota Mosul, Irak. Dia mengatakan bahwa mereka tidak akan berperan dalam operasi untuk merebut kembali kota itu dari kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Turki telah mengabaikan permintaan ini, dan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, mengatakan pekan lalu bahwa pasukan negara itu akan bertahan di sana, "tidak peduli apa kata pemerintah Irak di Baghdad."

Sengketa itu telah berlangsung selama hampir satu tahun, dan dihidupkan kembali oleh keputusan parlemen Turki yang memperpanjang mandat pemerintah selama satu tahun, sehingga memungkinkan pasukan Turki tetap berada di Irak.

Turki mengerahkan pasukan di Irak utara sejak tahun 1990-an di daerah yang merupakan bagian dari wilayah otonomi Kurdi Irak, yang juga saat ini menguasai daerah dekat Mosul di mana pasukan Turki dikerahkan.

Pasukan keamanan Kurdi dalam praktiknya tidak di bawah komando Al-Abadi, yang berarti bahwa meminta penarikan pasukan Turki mendorong memperkuat sekutu dengan Kurdi.

Irak juga menyerukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas sengketa itu yang mengancam dan mempersulit rencana untuk merebut kembali kota Mosul dari ISIS.

Pasukan Irak sedang mempersiapkan diri untuk operasi untuk merebut kota Mosul dari ISIS, yang menyerbu wilayah itu dan daerah lainnya pada tahun 2014, dan sejah itu kehilangan wilayah yang signifikan di negara ini.

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home