Loading...
INDONESIA
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 07:33 WIB | Selasa, 21 Juni 2016

Korban Longsor Purworejo Bertambah, 47 Meninggal 15 Hilang

Petugas mengoperasikan alat berat guna mencari korban tanah longsor di Caok, Karangrejo, Loano, Purworejo, Jateng, Senin (20/6). Tim SAR memaksimalkan alat berat guna mempercepat proses pencarian belasan korban yang diduga masih tertimbun tanah akibat tanah longsor yang terjadi pada Sabtu (18/6). (Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko)

PURWOREJO, SATUHARAPAN.COM – Korban meninggal bencana tanah longsor dan banjir yang melanda Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah bertambah. Tim pencarian dan penyelamatan korban yang tergabung dalam SAR pada hari Senin (20/6) menemukan empat orang dalam keadaan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban bencana banjir dan longsor di Jawa Tengah mencapai 47 orang meninggal dan 15 orang masih dalam pencarian.

Tiga dari empat orang yang meninggal dunia itu ditemukan di Desa Donorati Kecamatan Purworejo dan satu orang ditemukan di Desa Caok/Karangrejo, Kecamatan Loano.

Pencarian korban difokuskan di Desa Donorati yang diperkirakan masih ada enam orang hilang dan di Desa Caok/Karangrejo ada delapan orang. Sementara itu di Desa Jelog Kecamatan  Kaligesing masih ada satu orang hilang.

Sekitar 250 personil Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD, NGO, relawan masyarakat mencari korban hilang di Desa Dorowati. Akses jalan yang sebelumnya tidak bisa dilalui, saat ini sudah diperbaiki sehingga tiga alat berat dapat membantu pencarian korban. Kondisi tanah labil dan potensi longsor susulan masih tinggi jika hujan di bagian hulu. Sedangkan di Desa Caok/Karangrejo tim SAR gabungan berjumlah sekitar 200 personil terus melakukan pencarian korban.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei; Bupati Purworejo, Agus Bastian;  Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher dan pejabat BNPB saat ini berada di lokasi longsor di Purworejo untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Operasi SAR ditetapkan hingga tujuh hari ke depan (24/6) sesuai ketentuan yang ada. Jika diperlukan masa pencarian dapat diperpanjang.

Daerah longsor yang terjadi di Purworejo, Kebumen dan Banjarnegara merupakan daerah rawan sedang hingga tinggi longsor. Adanya pemicu hujan lebat menyebabkan longsor terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Perlu ada upaya mitigasi stuktural dan non-struktural untuk melindungi masyarakat dari bahaya longsor. Ke depan penataan ruang yang berbasis peta rawan longsor perlu lebih ditegakkan dalam implementasinya untuk melindungi masyarakat dari longsor.

“Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaannya mengingat potensi banjir dan longsor masih tetap tinggi seiring dengan hujan lebat masih berpotensi tingg,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan resminya di Jakarta, hari Senin (20/6).

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home