Loading...
HAM
Penulis: Bayu Probo 08:52 WIB | Selasa, 28 Juli 2015

Korban Tewas Bom di Somalia, 13 Warga Sipil

Militer dan polisi berjaga di depan Hotel The Jazeera Palace, Mogadishu pascabom. (Foto: AFP)

MOGADISHU, SATUHARAPAN.COM – Pemberontak Shebab Somalia menewaskan sedikitnya 13 orang pada Minggu dalam sebuah serangan bom bunuh diri terhadap sebuah hotel di ibu kota Mogadishu, ujar seorang pejabat keamanan pada Senin (27/7), menambah jumlah korban tewas sebelumnya.

“Ledakannya besar, dan sejauh ini 13 orang, semuanya merupakan warga sipil tidak berdosa, dikonfirmasikan tewas,” kata pejabat keamanan pemerintah Ahmed Ali. “Sebagian korban luka tewas pada malam hari, sedangkan sejumlah jasad lainnya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan terdekat.”

Hotel The Jazeera Palace merupakan lokasi bagi perwakilan diplomatik Tiongkok, Qatar dan Uni Emirat Arab serta terkenal di kalangan pejabat pemerintah Somalia dan turis asing.

Laporan sementara menyatakan jumlah korban tewas mencapai enam orang.

Beijing pada Senin menyatakan salah seorang staf kedutaannya tewas dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan.

Serangan bom mobil itu, insiden terbaru dari serangkaian serangan bom dan pembunuhan di negara Tanduk Afrika tersebut, terjadi saat Presiden Amerika Serikat Barack Obama bertolak dari Kenya menuju Ethiopia, dua negara penting penyumbang tentara bagi pasukan Uni Afrika yang memerangi militan Shebab.

Pihak Gedung Putih mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai “insiden mengerikan”

AS Kutuk Serangan Bom di Somalia

Gedung Putih mengutuk keras serangan bom pemberontak Shebab Somalia pada Minggu (26/07) yang menelan sedikitnya enam korban jiwa, tepat saat Presiden Barack Obama meninggalkan negara tetangga Kenya.

Setelah berkunjung ke Kenya, Obama berikutnya akan bertolak ke Ethiopia. Keduanya merupakan negara utama yang menyumbangkan pasukan Uni Afrika yang memerangi kelompok afiliasi Al Qaeda.

“Amerika Serikat mengutuk keras serangan mengerikan pada hari ini di Mogadishu, Somalia, yang dengan sengaja dan keji menargetkan warga sipil yang tak berdosa,” ucap juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Ned Price, dalam sebuah pernyataan.

“Terlepas dari kemajuan besar di Somalia selama beberapa tahun terakhir, serangan ini merupakan pengingat lain atas kekejaman yang diperbuat sejumlah kelompok teroris terhadap rakyat Somalia.”

Serangan bom bunuh diri di sebuah hotel dengan pengawalan ketat di ibu kota Mogadishu merupakan yang terbaru dalam serangkaian ledakan bom dan pembunuhan di Somalia.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan otoritas Somalia, mitra regional kami dan komunitas internasional yang lebih luas untuk mengakhiri aksi terorisme dan memerangi ektremisme di Somalia,” kata Price.

Obama Berkomitmen untuk Terus Tekan Shebab Somalia

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama pada Senin (27/07) memuji kemajuan terbaru tentara Somalia dan Uni Afrika dalam perang melawan militan Shebab, namun mengatakan itu penting untuk tetap terus menekan.

Saat berpidato di ibu kota Addis Ababa, Ethiopia, Obama mengatakan militan Shebab tidak memberikan apa pun kecuali “kematian dan kehancuran.”

“Sebagian dari alasan itu kami melihat penyusutan Shebab ini di Afrika Timur yakni kami memiliki tim regional kami... dengan pasukan setempat. Kami tidak perlu mengirimkan Marinir kami untuk bertempur: rakyat Ethiopia merupakan pejuang tangguh dan rakyat Kenya serta Uganda serius dengan apa yang mereka lakukan,” ujar Obama.

“Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan saat ini kita harus terus menekan,” katanya. (AFP)

Ikuti berita kami di Facebook


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home