Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 16:43 WIB | Sabtu, 29 April 2017

Korsel Tolak Permintaan Trump Bayar Sistem Anti Rudal

Kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat USS Michigan mendekati kota pelabuhan Busan, 25 April 2017. Korea Utara pada 25 April merayakan hari jadi angkatan bersenjatanya dengan menggelar latihan militer, lapor media, bersamaa dengan pengumuman latihan gabungan armada Korea Selatan dengan kapal induk AS di tengah ketegangan ambisi nuklir Korea Utara. (Foto: AFP)

SEOUL, SATUHARAPAN.COM – Seoul, hari Jumat (28/4), menolak permintaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Korea Selatan membayar sistem pertahanan rudal senilai satu miliar dolar Amerika (setara Rp13,33 triliun) yang dipasang di Korea Selatan untuk menangkis ancaman Korea Utara.

Bagian pertama sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) sudah dikirim ke bekas lapangan golf di Korea Selatan, yang membuat berang Tiongkok, di tengah ketegangan yang kian memanas atas program nuklir dan rudal Pyongyang.

Sejumlah pejabat senior AS mengungkapkan THAAD akan mulai beroperasi dalam beberapa hari ke depan.

“Saya memberitahukan kepada Korea Selatan alangkah baiknya jika mereka membayar. Ini merupakan sistem seharga satu miliar dolar Amerika (setara Rp13,33 triliun),” ujar Trump seperti dilansir Reuters. “Sistem ini fenomenal dan menembak langsung rudal di udara.”

Kedua negara beraliansi di bidang keamanan sejak Perang Korea berkobar pada 1950 hingga 1953, dan kini lebih dari 28 ribu tentara AS ditempatkan di Korea Selatan.

Seoul mengatakan bahwa berdasarkan Perjanjian Status Pasukan yang mengatur keberadaan militer AS di Korea Selatan, Seoul akan menyediakan lokasi dan infrastruktur untuk THAAD sementara Washington akan membayar pengerahan dan pengoperasian sistem tersebut.

“Tidak ada perubahan pada posisi mendasar tersebut,” menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Korea Selatan.(AFP)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home