Loading...
INDONESIA
Penulis: Febriana Dyah Hardiyanti 11:15 WIB | Kamis, 10 Desember 2015

KPK: Festival Antikorupsi 2015 Resmi Dibuka

Bentangan Kain Perca Integritas di Alun Alun Bandung. (Foto: twitter.com/kpk_ri)

BANDUNG, SATUHARAPAN.COM – Penampilan dari Saung Angklung Udjo di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, pagi ini (10/12), telah membuka Festival Antikorupsi 2015.

KPK yang mengangkat tema “Berbagi Peran Membangun Negeri, Berbagi Peran Memberantas Korupsi” dalam Festival Antikorupsinya tahun ini, telah dihadiri diantaranya, Bibit Samad, Chandra Hamzah, Abraham Samad, dan grup musik Slank.

Festival Antikorupsi ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh undangan yang hadir.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, memberikan sambutan atas dipilihnya Bandung sebagai kota penyelenggaraan Festival Antikorupsi 2015.

“Kita layak berharap potensi korupsi dapat dicegah sejak dini. Jawa Barat terus berupaya untuk memperbaiki tata kelola daerah,” kata Heryawan.

“KPK telah menggelar program anti gratifikasi di Jawa Barat sejak tahun 2011,” tambahnya.

Pimpinan KPK Sementara, Taufiequrachman Ruki, mengucapkan selamat datang kepada tamu undangan yang hadir di Festival Antikorupsi 2015.

“KPK sampai saat ini tetap on the track. Kami senantiasa bekerja maksimal, mengutamakan kehati- hatian, profesionalisme, dan independesi. KPK tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan sinergi dan kerjasama dengan seluruh komponen bangsa untuk Indonesia yang bebas dari korupsi. Daripada menghabiskan waktu untuk mereview ulang UU KPK, lebih baik introspeksi terhadap perilaku yang masih koruptif,” kata Ruki.

Di tengah acara pembukaan, Deklarasi Gerakan Antikorupsi dibacakan oleh grup musik Slank.

Karena suatu halangan, Presiden RI, Joko Widodo, tidak jadi hadir untuk membuka Festival Antikorupsi 2015, dan digantikan oleh Menkopolhukam, Luhut Panjaitan.

Menkopolhukam, Luhut Panjaitan, membacakan sambutan dari Presiden. “Korupsi menjadi musuh bersama kita dan musuh bersama warga dunia. Korupsi berevolusi bahkan dilakukan sistematis dan berjejaring. Tindakan pencegahan tidak kalah penting dengan penegakan hukum. Perlu dibangun sistem yang bersih untuk mencegah peluang terjadinya korupsi. Mekanisme kerja birokrasi harus diarahkan ke e-goverment. Hingga menjadi lebih efisien dengan teknologi birokrasi. Untuk mencegah korupsi, butuh partisipasi rakyat untuk terlibat melawan korupsi. Bahu-membahu menegakkan hukum dan bersinergi. Tantangan ke depan sangat berat, kita memasuki era kompetisi antar negara. Kita akan digulung bangsa lain jika perilaku korupsi berlaku masif. Peringatan Hari Antikorupsi mengingatkan kita bahwa korupsi hanya dapat dilawan secara bersama-sama. Ketika semua elemen bangsa aktif, akan muncul ide kreatif dan ketegasan untuk melawan korupsi di tanah air,” ujar Luhut Panjaitan.

“Kita tidak boleh gagal melawan korupsi. Bangsa ini akan menjadi bangsa besar jika bebas dari korupsi,” ia menambahkan.

Dalam pembukaan ini juga dilakukan Pembubuhan Cap Tangan di Kain Perca Integritas. Kain Perca Integritas ini nantinya akan dijahit bersama dengan 20.000 cap tangan yg sudah dikumpulkan dari 41 kota di Indonesia. Panjangnya Kain Perca Integritas dapat dilihat langsung di Alun-alun Kota Bandung.

Festival Antikorupsi 2015 resmi dibuka. Mari Berbagi Peran Membangun Negeri, Berbagi Peran Memberantas Korupsi! (twitter.com/kpk_ri)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home