Loading...
EKONOMI
Penulis: Eben Ezer Siadari 09:54 WIB | Senin, 29 Juni 2015

Krisis Utang Yunani akan Tekan Rupiah

Warga Yunani mengantri di ATM sementara bank-bank tidak beroperasi akibat pembicaraan dana talangan yang buntu. Penarikan uang tunai dibatasi menjadi hanya 60 euro per hari. (Foto:rte.ie.com). Grafik: pergerakan IHSG. (Sumber: Samuel Sekuritas)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Kisruh utang Yunani diperkirakan akan memengaruhi pasar Asia pagi ini termasuk rupiah. Rupiah yang menguat tipis di perdagangan Jum'at berpeluang kembali tertekan hari ini bersama mata uang lain di Asia, seiring dengan meningkatnya permintaan dolar di pasar global.

Hal itu diungkapkan oleh Samuel Sekuritas melalui riset hariannya yang dilansir pada hari ini (29/6).

"Yunani menolak persyaratan tambahan yang diajukan Troika (Negara-negara EU, IMF dan Bank Sentral Eropa) sebagai syarat kucuran dana bantuan lanjutan. Dengan jatuh tempo utang yang datang pada 30 Juni, kepanikan mulai melanda baik pasar keuangan Yunani maupun global," tulis Samuel Sekuritas.

Pemerintah Yunani telah menutup pelayanan perbankan dan namun mengklaim simpanan masyarakat dalam keadaan aman. Pemerintah Siprus pernah juga melakukan hal yang sama pada 2013 untuk mencegah bank run yang bisa menyebabkan krisis keuangan.

Euro langsung anjlok terhadap dolar pagi ini seiring dengan mulai naiknya yield obligasi Yunani 10y ke kisaran 11-12 persen.

Sementara itu AFP melaporkan  Perdana Menteri Prancis Manuel Valls, Minggu (28/06), menyatakan ada “risiko nyata” Yunani akan keluar dari zona euro jika rakyat Yunani menolak proposal bailout Uni Eropa dalam referendum mendatang.

Namun, Valls menyerukan agar pemerintah Yunani kembali ke meja perundingan setelah Athena mundur dari negosiasi yang ditujukan untuk menyelamatkan negara tersebut dari krisis ekonomi.

Valls menolak mengkritik keputusan pemerintah Yunani untuk menggelar referendum. Ia menyatakan: “Ketika Anda meminta rakyat untuk mengambil keputusan, untuk menggunakan hak mereka, hal tersebut semestinya tidak dikritik.”

“Jelas bahwa jika ada respons negatif, berarti ada risiko nyata... (Yunani) akan meninggalkan zona euro,” ujar Valls.

“Saya tetap yakin... keputusan dapat tercapai dan saya menyerukan kepada pemerintah Yunani untuk kembali ke meja perundingan,” ujar Valls.

Selain oleh krisis utang Yunani, rupiah juga kemungkinan tertekan karena inflasi Juni akan diumumkan lusa dan diperkirakan naik hingga 7,4-7,5 persen.

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home