Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 15:17 WIB | Rabu, 15 April 2015

Kunjungan Mantan Ketua Umum PGI ke Satuharapan.com

Kunjungan Mantan Ketua Umum PGI ke Satuharapan.com
Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) periode tahun 2004 - 2009 Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe (kiri) saat berkunjung ke kantor redaksi media satuharapan.com Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/4) dalam rangka berdiskusi tentang persoalan-persoalan bangsa diantaranya soal kepemimpinan dan kerukunan antarumat beragama. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Kunjungan Mantan Ketua Umum PGI ke Satuharapan.com
Dewan Redaksi dan staf redaksi satuharapan.com saat mengikuti diskusi yang menghadirkan mantan Ketua umum PGI periode tahun 2004 - 2009 dan 2009-2014 Andreas Anangguru Yewangoe di Gedung Sinar Kasih, Jakarta Timur.
Kunjungan Mantan Ketua Umum PGI ke Satuharapan.com
Para redaksi media satuharapan.com saat mengikuti diskusi dengan narasumber Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe di Gedung Sinar Kasih, Jakarta Timur.
Kunjungan Mantan Ketua Umum PGI ke Satuharapan.com
Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe saat memberikan pendapat tentang persoalan bangsa dan pemerintahanan baru dalam diskusi yang digelar bersama redaksi media satuharapan.com.
Kunjungan Mantan Ketua Umum PGI ke Satuharapan.com
Redaksi media satuharapan.com tampak serius mengikuti diskusi tentang persoalan bangsa yang menghadirkan mantan Ketua PGI periode tahun 2004 - 2009 dan 2009-2014, Pendeta Andreas Anangguru Yewangoe di Gedung Sinar Kasih, Jakarta Timur.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Dr. Andreas Anangguru Yewangoe berkunjung ke kantor redaksi satuharapan.com  di Gedung Sinar Kasih, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/4).

Kedatangan Pendeta Yewangoe merupakan yang pertama kalinya ke media tersebut, untuk memenuhi undangan berdiskusi dengan jajaran redaksi membahas berbagai persoalan bangsa.

Dalam kesempatan itu Yewangoe memberikan pandangannya atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia sebagai negara,  diantaranya mengenai kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, serta persoalan-persoalan yang terkait dengan partai politik, serta juga tentang kerukunan antarumat beragama.

Pendeta Yewangoe adalah teolog kelahiran Mamboru, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dibesarkan di desa itu, pada awal kariernya ia melayani di Gereja Kristen Sumba di  Waingapu, sebuah desa terpencil di Sumba. Di masa mudanya,  Yewangoe mengenyam pendidikan Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ).  Selanjutnya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke Belanda sampai akhirnya menjabat sebagai rektor Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, selama dua periode.

Pada tahun 2001, Yewangoe pindah ke Jakarta dan menjadi dosen Teologi Sistematika di STTJ, sambil menjalankan tugasnya sebagai salah seorang ketua PGI untuk periode 2000-2004.

Pada Sidang Raya XIV PGI pada tahun 2004 di Caringin, Bogor, Yewangoe terpilih sebagai ketua umum organisasi gereja-gereja Protestan Indonesia itu untuk periode 2004-2009.

Sebelumnya, ia sudah dipilih sebagai ketua PGI untuk periode 1994-1999, dan menjadi anggota Majelis Pekerja Harian (MPH) pada periode 1989-1994.

Pada tahun 2009, ia terpilih kembali sebagai Ketua Umum PGI untuk periode 2009-2014.

Pendeta Yewangoe mengakhiri masa jabatan kedua kalinya pada tahun 2014, dan pada Sidang Raya XVI PGI di Nias,11-17 November 2014, PGI memilih ketua umum yang baru untuk periode  2014-2019, yaitu Pendeta Dr. Henriette Tabita Lebang dari Gereja Toraja

Editor : Eben Ezer Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home