Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 20:16 WIB | Jumat, 25 Desember 2020

Lebanon Deteksi Kasus Strain Baru COVID-19 pada Penerbangan dari Inggris

Tentara Lebanon berjaga saat seorang perempuan meninggalkan bandar udara internasional Rafik Hariri di Beirut, Lebanon, Juli 2020 lalu. (Foto: dok. AP)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM-Otoritas kesehatan Lebanon telah mendeteksi satu kasus jenis/strain baru COVID-19 pada penerbangan Inggris yang tiba di Beirut pada 21 Desember, kata penjabat Menteri Kesehatan, Hamad Hassan, dalam tweet hari Jumat (25/12).

“Kasus virus baru COVID-19 tercatat pada penerbangan (Middle East Airlines) nomor penerbangan 202 yang datang dari London pada 21 Desember,” katanya. "Kami meminta para pelancong yang datang dari Inggris Raya, terutama mereka yang berada dalam penerbangan yang disebutkan, untuk mematuhi tindakan pencegahan."

Hassan juga mengatakan kementerian kesehatan akan menindaklanjuti orang yang terinfeksi dan siapa saja yang melakukan kontak dengan orang tersebut.

Lonjakan infeksi membebani sistem perawatan kesehatan Lebanon yang masih berjuang di tengah krisis keuangan dan diperparah setelah ledakan pelabuhan pada bulan Agustus menghancurkan rumah sakit di Beirut.

Pandemi menambah tekanan, krisis ekonomi telah mendorong banyak dokter untuk beremigrasi dan meningkatkan kekhawatiran bahwa subsidi obat-obatan akan dicabut.

Lebanon, dengan perkiraan populasi enam juta jiwa, telah melaporkan 1.210 kasus kematian akibat COVID-19. Sebanyak 165.933 kasus telah dikonfirmasi hingga hari Sabtu (24/12), menurut kementerian kesehatan.

Pihak berwenang telah berjuang untuk menegakkan pembatasan virus corona di negara di mana separuh negaranya telah jatuh ke dalam kemiskinan.

Strain baru COVID-19

Varian baru dari pandemi virus corona SARS-CoV-2 telah menyebar dengan cepat di Inggris dan memicu keprihatinan tingkat tinggi di antara negara-negara tetangga dan negara-negara Eropa di seluruh dunia yang menyebabkan beberapa menerapkan larangan perjalanan ke dan dari Inggris.

Strain, yang oleh beberapa ahli disebut sebagai garis keturunan B117, bukanlah varian baru pertama dari virus pandemi yang muncul, tetapi dikatakan hingga 70 persen lebih mudah menular daripada strain yang sebelumnya dominan di Inggris. (Reuters/Al Arabiya)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home