Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 18:36 WIB | Senin, 15 Februari 2016

Libya Usulkan Pembentukan Pemerintah Persatuan Baru

Perwakilan dari pemerintah berbasis di Tripoli dan berbasis di Tobruk saat konferensi pers setelah penandatanganan perjanjian, Desember 2015. (Foto: Reuters)

SKHIRAT, SATUHARAPAN.COM – Dewan Libya yang didukung Perserikatan Bangsa-bangsa mengumumkan pembentukan pemerintah persatuan nasional yang baru berdasarkan hasil revisi pada hari Minggu (14/2), dengan parlemen yang diakui internasional akan menggelar jajak pendapat mengenai jajaran kebinetnya awal pekan ini.

Dewan yang bertugas mencapai kesepakatan damai guna mengakhiri gejolak politik di negara Afrika Utara tersebut, merevisi jajaran kabinet setelah parlemen menolak 32 anggota pemerintah persatuan bulan lalu, karena dinilai terlalu banyak. Mereka kemudian menetapkan batas waktu 10 hari untuk membentuk kabinet yang lebih kecil.

“Pemerintah telah dibentuk hari ini dan telah dikirim ke parlemen,” ujar Fathi el Mejebri, anggota dewan kepresidenan yang mengumumkan pada hari Minggu sebelum batas waktu untuk mencapai kesepakatan itu berakhir.

“Kami berharap ini akan menjadi awal dari berakhirnya konflik di Libya,” ujarnya dari Skhirat, Maroko, tempat dewan menggelar rapat untuk membentuk sebuah pemerintahan.

Libya terseret ke dalam kekacauan sejak Moamer Kadhafi digulingkan 2011 lalu, dengan dua pemerintahan rival dan kelompok-kelompok bersenjata berperang memperebutkan kontrol atas negara minyak tersebut. (AFP/Ant)

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home