Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 12:00 WIB | Rabu, 23 September 2015

Malaysia Tidak Akan Lindungi Perusahaan Penyebab Kabut Asap

Seorang wanita mengenakan masker saat menara kembar Petronas Malaysia tertutup kabut asap di Kuala Lumpur, 11 September 2015. Kabut asap pekat itu akibat kebakaran hutan dan lahan di pulau Sumatra dan Kalimantan wilayah Indonesia. (Foto: AFP)

KUALA LUMPUR, SATUHARAPAN.COM - Pemerintah Malaysia mengatakan pihaknya tidak akan melindungi perusahaan asal negara mereka apabila terbukti bersalah membakar lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Menteri Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Malaysia, Wan Junaidi Tuanku Jaafar, mengatakan pemerintah Indonesia harus menempatkan hukum yang tepat dan mengedepankan penegakan hukuman agar dapat secara efektif mengurangi ancaman kabut asap.

Wan Junaidi, yang baru menjabat sebagai Menteri dua bulan lalu, menyayangkan penundaan pertemuan yang dijadwalkan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Dia mengatakan, tidak adil apabila Indonesia menyalahkan perkebunan asing yang memulai kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan, yang mengakibatkan kedua wilayah itu dipenuhi kabut asap, termasuk di negara tetangga Malaysia dan Singapura.

"Setiap perusahaan yang beroperasi di Indonesia berarti di bawah payung hukum yang berlaku di Indonesia. Jika Anda memiliki hukum yang tepat dan layak, maka tidak ada perusahaan atau individu akan menentangnya. Itu semua tergantung pada penegakan dan kemauan politik. Malaysia sebagai bangsa, tidak akan melindungi mereka jika memang terbukti perusahaan dari Malaysia yang melakukannya," kata Wan Junaidi sebagaimana dikutip Channel NewsAsia, hari Rabu (23/9).

Banyak perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatera yang dimiliki perusahaan perkebunan asal Malaysia yang terkadang menyewakan lahan tersebut kepada petani kecil.

Wan Junaidi mengatakan perusahaan kecil tersebut mungkin tidak memiliki pengetahuan dan keahlian untuk membersihkan lahan untuk tanaman baru, selain dengan cara membakar lahan yang dianggap sebagai cara termurah dan tercepat.

"Mengapa hal itu terjadi begitu banyak di Kalimantan dan Sumatera, dan hal itu tidak terjadi di Malaysia? Padahal kami memiliki jenis lahan gambut berpori yang sama dan kami mengurus itu dengan baik. Kami memiliki keahlian, pengetahuan dan pengalaman, kami siap membantu Indonesia apabila diperlukan, " katanya.

Wan Junaidi mengatakan Malaysia siap membantu Indonesia dalam peringatan dini dan pencegahan kebakaran hutan gambut, termasuk membangun sumur tabung dan pemadaman api di titik api Sumatera dan Kalimantan.

Wan Junaidi menambahkan, kedua negara akan bekerja sama dalam waktu dekat dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) untuk mengoperasionalkan rencana tersebut pada akhir tahun ini.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home