Loading...
INSPIRASI
Penulis: Novi Anggraeni 01:00 WIB | Jumat, 04 April 2014

Mari Berkomunikasi

Komunikasi (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Ketika menonton reality show tentang lomba memasak, saya mendapat satu pelajaran menarik. Dalam salah satu episode, para peserta mendapat kesempatan untuk memasak di salah satu restoran ternama. Sang Juri, yang juga seorang masterchef kelas dunia, memilih salah satu peserta untuk memimpin rekan-rekan timnya dalam melayani pesanan.

Namun, peserta yang terpilih sebagai pemimpin tersebut kelihatannya merupakan sosok pendiam. Itu terlihat dari cara dia memimpin. Ketika pesanan datang, ia langsung memasak sesuai pesanan, tetapi tidak memberi tahu rekan-rekan timnya apa yang harus mereka lakukan. Mungkin, Sang Pemimpin menganggap rekan-rekan timnya pasti telah mengerti apa yang harus mereka lakukan tanpa harus dijelaskan panjang lebar. Dengan kata lain, Sang Pemimpin memimpin dalam diam. Akibatnya, ketika pesanan yang datang semakin banyak, nyaris tidak ada hidangan apa pun yang dikeluarkan dari dapur karena tidak ada koordinasi sama sekali.

Melihat itu, Sang Juri menegur Sang Pemimpin dengan keras. Intinya, Sang Pemimpin harus BERBICARA. Ketika menyadari kesalahannya, mulailah dia berbicara kepada rekan-rekan timnya dan memberi tahu apa yang harus mereka lakukan. Hasilnya, berbagai hidangan pun mulai mengalir lancar dan siap dinikmati para pelanggan. Jadi, kunci untuk mengatasi kekacauan sebelumnya terletak pada komunikasi.

Salah satu kesalahan umum dalam berkomunikasi adalah menganggap pihak lain telah mengerti maksud kita, sehingga kita merasa tidak perlu lagi menjelaskan, begitu pula sebaliknya. Saya sudah mengalami hal ini berulang kali.

Namun demikian, itu tidak berarti kita harus banyak bicara. Bukan tidak mungkin kita justru menghadapi banyak masalah ketika kita tidak mampu mengendalikan perkataan kita. Terkadang keterampilan tertinggi penggunaan lidah adalah menjaganya agar tetap diam. Dengan kata lain, adakalanya komunikasi yang paling efektif justru dengan TUTUP MULUT. Itulah uniknya berkomunikasi. Ada saat kita harus bicara, ada saat kita harus diam. Yang terpenting, pesan yang ingin disampaikan dapat dipahami bersama sehingga menghasilkan damai sejahtera di antara berbagai pihak.

Jadi, mari kita mulai berkomunikasi!

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home