Loading...
EKONOMI
Penulis: Dewasasri M Wardani 13:10 WIB | Rabu, 25 Maret 2015

Marwan Sarankan BUMDes Agrowisata Gandeng Perguruan Tinggi

Pemerintah Kota Semarang mengembangkan penanaman beberapa jenis pohon buah seperti durian kholil, jambu kristalin, dan kelengkeng untuk mendukung pengembangan agrowisata.(Fotot: Antara/Zabur Karuru)

JAKARTA, SATUHARAPAN. COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menyarankan setiap desa yang memiliki potensi agrowisata mempersiapkan badan usaha milik desa (BUMDes) bekerja sama dengan perguruan tinggi sebagai pengelola.

"Kunjungan di beberapa daerah harus ditingkatkan. Perguruan tinggi memiliki peran membantu sektor agrowisata," kata Marwan Jafar saat mengunjungi BUMNDes Loka Mukti Desa Jatilor, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (24/3) melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (25/3).

Marwan mengatakan, dengan menggandeng perguruan tinggi dan akademisi, potensi agrowisata di desa bisa lebih dikembangkan. Pengembangan wisata unggulan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan sektor agrowisata.

Apalagi, tren wisata dunia saat ini lebih mengarah ke alam sehingga agrowisata sangat potensial dikembangkan menjadi wisata unggulan.

"Suasana dan lingkungan yang asri serta masyarakat yang ramah dapat menjadi daya tarik wisata. Hanya perlu inovasi dan kreativitas agar menjadi unik dan memberikan pengalaman wisata yang berkesan," katanya.

Menurut Marwan, bila agrowisata berkembang diperlukan daya pikat dengan agenda wisata seperti festival dengan tema tertentu. Festival buah, misalnya, tepat diadakan pada masa panen kebun.

"Wisatawan bisa ikut memanen dan memetik buah langsung dari pohon, menimbang kemudian membayar sesuai harga yang sudah disepakati," katanya.

Festival tersebut, juga sekaligus bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan produk kreatif desa dalam bentuk kenangan-kenangan, pernak-pernik, kerajinan, pakaian adat, keunikan budaya, dan kuliner.

Marwan juga mengingatkan pentingnya peranan pemerintah daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan wisata, seperti perbaikan jalan, fasilitas medis, tempat ibadah, toilet, parkir dan jaringan komunikasi.

"Saya optimistis, pengembangan agrowisata di perdesaan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, sekaligus memperbaiki sarana dan prasarana secara mandiri. Dengan begitu, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat meningkat serta mengurangi angka kemiskinan," katanya.(Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home