Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 01:00 WIB | Sabtu, 01 April 2017

Melalui Penyakit, Allah Dimuliakan

Jika semua serbabaik, mungkin kita tidak akan sungguh-sungguh memahami berkat Tuhan.
Lazerus dibangkitkan Yesus (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan” (Yoh. 11:4). Demikianlah komentar Yesus, Sang Guru dari Nazaret, ketika mendengar berita sakitnya Lazarus.

Menarik disimak, Yesus tidak buru-buru pergi ke Betania ketika mendengar kabar tersebut. Sang Guru tidak mengerjakan sesuatu dengan tergesa-gesa. Semuanya penuh perhitungan. Ketika Yesus melakukan sesuatu, sejatinya semuanya itu berada dalam kedaulatan-Nya. Dia tidak dapat dipaksa atau terpaksa melakukan sesuatu. Dia tahu apa yang akan dilakukan-Nya. Dan manusia tidak dapat memaksa-Nya. Manusia tidak dapat memaksa Allah.

Namun demikian, ucapan Yesus itu bisa juga menjadi pegangan bagi kita sewaktu berada dalam situasi sulit. Melalui kesulitan itu Allah dimuliakan. Penderitaan dapat menjadi sarana bagi keluhuran nama Tuhan.

Kok, bisa seperti itu? Ambil contoh, dalam keadaan sakit, Si Penderita biasanya akan lebih merasakan kasih orang-orang di sekitarnya. Bahkan, Si Sakit mungkin akan merasakan pertolongan orang yang selama ini kurang diperhitungkan keberadaannya. Melalui penyakit itu, Si Penderita sakit mampu memuliakan Allah. Allah melalui banyak orang yang memperhatikan dan merawatnya.

Bahkan, ketika mengalami pergumulan, kita pun dapat membuat orang memuliakan Tuhan. Bagaimana seseorang menanggapi penderitaan dalam hidupnya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain. Bagaimana seorang Kristen menanggapi penyakit yang dideritanya akan menjadi kesaksian yang baik bagi orang di sekitarnya. Dan banyak buku mengenai penderitaan dikarang oleh orang-orang yang telah menderita. Buku semacam itu tentu akan menjadi berkat bagi orang lain.

Dan bisa dicatat, karena menarik, ”Lazarus” berarti Tuhan adalah pertolonganku. Dalam keadaan sakit kita akan sungguh-sungguh memahami bahwa Tuhan adalah pertolongan kita. Jika semua serbabaik, mungkin kita tidak akan sungguh-sungguh memahami berkat Tuhan. Dalam keadaan menderita kita akan dapat merasakan pertolongan Tuhan.

Ya, penyakit dapat menjadi sarana bagi kemuliaan Allah!

 

Email: inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home