Loading...
RELIGI
Penulis: Endang Saputra 11:21 WIB | Rabu, 05 Agustus 2015

Menag: Alquran Pedoman Hidup Bagi Umat Islam

Menag Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan sekaligus membuka acara International Conference New Trends In Quranic Studies, di Convention Hall, Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hari Selasa (4/8). (Foto: Arief/ kemenag.go.id)

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM –  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Alquran sebagai pedoman hidup bagi umat Islam, harus terus membumi, dalam konteks, situasi, waktu saat ini, untuk memberikan solusi bagi isu-isu yang sedang berkembang.

Menag, yang didampingi Dirjen Bimas Islam Machasin, mengemukakan hal itu saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara International Conference New Trends In Quranic Studies di Convention Hall, Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hari Selasa (4/8).

Dia berharap acara itu bisa menghasilkan rumusan, tidak hanya sekadar pengembangan pendidikan, tapi juga solusi dan penyelesaian atas persoalan kekinian bangsa saat ini.

“Selain pengetahuan tentang kepemimpinan, ekonomi, sosial, politik, budaya yang memang merupakan hal penting, tidak kalah penting juga isu-isu yang sedang berkembang saat ini,” katanya.

Menag berharap kegiatan yang diisiniasi UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan IQSA ini, bisa menjadikan Alquran lebih membumi lagi untuk menyelesaikan persoalan dalam konteks kekinian. Karena, Menag menambahkan, Alquran hadir di atas bumi ini telah cukup lama, berdialog dengan konteks budaya Indonesia, yang mempunyai keragaman adat dan budayanya sendiri. “Oleh karena itu, pemaknaan harus relevan dengan konteks kekinian,” kata dia.

“Alquran merupakan rujukan utama bagi pedoman hidup manusia,” tambah dia.

Menjadi tantangan bersama, kata Menag, bagaimana umat Muslim bisa memahami ayat-ayat Alquran dengan tafsir yang sesuai konteks kekinian, relevan sesuai situasi, waktu, dan tempat. Sebab, tantangan sekarang ini sangat beragam.

“Karenanya dibutuhkan kemampuan kita untuk dapat menafsirkan ayat-ayat itu dengan baik. Untuk itulah, kegiatan ini menjadi penting dilaksanakan agar semua ilmuwan dapat sharing dan bertukar pikiran, berbagi ilmu pengetahuan, khususnya terkait ilmu Alquran, dengan mendatangkan narasumber dari berbagai negara,” kata dia.

Sebelumnya, ketua panitia Sahiron Syamsuddin dalam laporannya menyampaikan, kegiatan itu berlangsung tiga hari mulai dari tanggal 4-6 Agustus 2015. Seminar internasional ini mendatangkan narasumber dari dalam dan luar negeri yang membidangi ilmu-ilmu Alquran, di antaranya Presiden terpilih International Quranic Studies Association (IQSA) Farid Esack, Abdullah Saeed, Emran Al-Badawi, Abdulla Galadari, dan Yudian W Asmin.

Hadir dalam acara ini, Kabag TU Pimpinan (Sesmen) Khairul Huda Basyir, Kakanwil DIY, Pembantu Rektor UIN Sunan Kalijaga Ruhaini Nurhayati, Mantan Rektor UIN Amin Abdullah, dan sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati

Kampus Maranatha
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home