Loading...
INSPIRASI
Penulis: Daniel Herry Iswanto 01:00 WIB | Kamis, 04 Desember 2014

Menghormati Hingga Mati

Dia berharap, dengan pelayanan, hormat, dan baktinya, Sang Ibu akan bahagia dan berumur panjang.
Kvukthong Yoirurob dan ibunya (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Kvukthong Yoirurob, 52 tahun, difabel asal Thailand, telah memberi teladan luar biasa bagaimana seharusnya seorang anak menunjukkan rasa bakti dan hormatnya kepada orangtua. Meski memiliki tangan yang tak sempurna sejak lahir, dia diterima oleh kedua orangtuanya dengan penuh kasih. Sehingga dia tumbuh menjadi pribadi tangguh, penuh kasih, dan bertanggung jawab.

Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara keluarga petani, dia terkenal gigih dalam perjuangan keluarga. Ketika berusia 21 tahun, ayahandanya meninggal, sehingga dia harus mengambil alih peran ayahnya. Siang malam, pagi petang, setiap hari Kvukthong harus merawat ibundanya, dengan menyuapi setiap waktu makan, memandikan ibunda dengan mengusap air menggunakan handuk kecil.

Dia berharap, dengan pelayanan, hormat, dan baktinya Sang Ibu akan bahagia dan berumur panjang, agar bisa merawat dan menemaninya. Ibunya telah lebih dahulu merawatnya dengan penuh kasih, sejak dalam kandungan, walau terlahir cacat.   Bukankah ada orangtua yang membuang bayinya, sekalipun terlahir sehat? Bukankah ada banyak anak yang menyia-nyiakan orangtua, tidak mau merawat, dan menempatkan di Panti Werdha, sementara orangtua memendam kerinduan akan kunjungan yang tak kunjung datang?  Hal semacam demikian tak berlaku bagi Kvukthong.  Bakti, hormat, dan kasih sayang dijaganya hingga mati.

Selamat menghormati orangtua!

 

Editor: ymindrasmoro

Email: inspirasi@satuharapan.com


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home