Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 16:43 WIB | Minggu, 19 Juni 2016

Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran

Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran
Buruh mengangkat barang milik tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Negeri Sabah, Malaysia yang mudik di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (18/6). Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan (KSOP) Kabupaten Nunukan memprediksi arus mudik mengalami peningkatan signifikan hingga H-4 Idul Fitri 1437 H. (Foto-foto: Antara)
Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran
Sejumlah pekerja melakukan perbaikan Jalan Solo-Purwodadi sebagai persiapan jalur mudik alternatif di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu (18/6). Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Jawa Tengah mulai menyiapkan jalur-jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat guna mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus mudik dan arus balik Lebaran 2016.
Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran
Kapal pengangkut penumpang melintas di Selat Bali, Sabtu (18/6). PT. ASDP Indonesia Ferry menyiapkan 195 unit kapal di tujuh lintasan utama yang dipantau selama arus mudik dan balik Lebaran 2016 dengan perkiraan jumlah penumpang lebih dari 1 juta orang.
Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran
Pekerja melakukan pengaspalan jalan raya Trans Sulawesi di Sigeri, Kab. Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/6). Perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah titik di jalur mudik Sulawesi Selatan dikebut menjelang Idul Fitri 1437 H.
Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran
Sejumlah pemudik kereta api bersiap naik kereta api di stasiun Kertapati, Palembang, Sabtu (18/6). Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, KAI Drivre III Sumsel menyiapkan kursi untuk pemudik tujuan Palembang-Lampung dan Palembang-Lubuk Linggau sejak H-10 hingga H+10 sebanyak 70.128 kursi dan 2922 kursi dalam satu keberangkatan.
Menhub: Penuhi Lima Aspek Dasar Angkutan Lebaran
Seorang petugas mengoperasikan pemindahan jalur kereta api di ruang layanan kontrol Stasiun Klaten, Jawa Tengah, Jumat (17/6). PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mempersiapkan kelayakan layanan kereta api dengan melakukan perawatan operasional kereta api seperti sinyal pemindah jalur, bantalan rel kereta api, dan keamanan penumpang untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan pada arus mudik Lebaran 2016.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menegaskan lima aspek dasar yang harus dipenuhi angkutan Lebaran jalur darat, terutama bus antarkota antarprovinsi (AKAP) untuk mewujudkan nirkecelakaan (zero accident) selama masa angkutan Lebaran tahun ini.

"Kalau bus AKAP itu saya minta yang harus dipenuhi, itu minimal, untuk menghindari risiko yang lebih besar," kata Jonan dalam peninjauan persiapan mudik Lebaran di Lampung, hari Sabtu (18/6).

Jonan menyebutkan lima aspek dasar yang harus dipenuhi oleh setiap bus AKAP angkutan Lebaran, di antaranya alat penunjuk kecepatan (speedometer) harus berfungsi, rem termasuk rem tangan harus berfungsi, sabuk pengaman untuk pengemudi harus ada, kaca depan tidak boleh rusak dan ban tidak boleh gundul.

"Ban depan itu tidak boleh vulkanisir, hanya ban belakang saja yang boleh," katanya.

Dia menegaskan standar keselamatan tersebut harus dipenuhi maksimal 24 Juni, apabila hingga tenggat yang ditentukan belum dipenuhi, maka bus yang masih bermasalah dilarang beroperasi.

"Enggak akan boleh jalan," katanya menegaskan.

Terkait hasil inspeksi beberapa waktu lalu oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang menunjukkan hanya 20 persen bus AKAP laik jalan, Jonan mengaku kondisi angkutan darat paling parah dibanding angkutan moda lainnya.

Selain itu, dia menambahkan apabila banyak penumpang yang tidak terangkut karena bus AKAB tidak laik, hal itu jauh lebih baik dibandingnkan menanggung risiko yang lebih besar.

"Pilih mana, tidak berangkat apa tidak pernah sampai," katanya.

Namun, saat ini, dia mengatakan telah menerapkan pengecekan berkala "ramp check" secara keseluruhan dan bukan sampel seperti tahun lalu.

"Ini pengaruhnya sangat besar untuk keselamatan karena dicek satu-satu," katanya.

Jonan mengatakan terkait jaminan ketersediaan angkutan umum di daerah, hal tersebut merupakan tanggung jawab masing-masing pemda.

Pasalnya, salah satu alasan pemudik membawa sepeda motor ke kampung halamnnya karena ketersediaan akan angkutan umum dinilai belum layak.

"Itu masing-masing daerah, coba tanyakan saja, kecuali kalau tanggung jawab angkutan daerah diserahkan ke pusat," katanya.

Jonan menyebutkan saat ini kuota mudik gratis bagi pesepeda motor telah terpenuhi dua pertiganya untuk yang diangkut melalui bus dan truk, sementara untuk diangkut kereta sudah mencapai 80 persen. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home