Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 09:36 WIB | Selasa, 13 Juli 2021

Menlu Uni Eropa Setuju Jatuhkan Sanksi pada Elite Politik Lebanon

Elite politik Lebanon dinilai telah menyebabkan krisis berkepanjangan dan sekarang tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi.
Keluarga korban ledakan besar tahun lalu di pelabuhan Beirut, merawat seorang perempuan yang jatuh ketika bersama orang lain berusaha menuju rumah ketua parlemen Nabih Berri yang dijaga ketat oleh tentara tentara Lebanon, di Beirut, Lebanon , Jumat, 9 Juli 2021. Protes datang setelah keputusan hakim pekan lalu dalam kegagalan menunut politisi senior dan mantan kepala keamanan dan saat ini atas kasus tersebut. Pemrotes menutut mereka. (Foto: Foto AP/Hussein Malla)

BRUSSELS, SATUHARAPAN.COM-Para menteri luar negeri Uni Eropa setuju untuk melanjutkan sanksi terhadap elite penguasa Lebanon atas krisis politik yang melanda negara itu, kata kepala kebijakan luar negeri blok itu.

Josep Borrell mengatakan top diplomat dari 27 negara memberi lampu hijau pada pertemuan di Brussels untuk menetapkan kerangka hukum untuk tindakan terhadap para pemimpin Lebanon yang telah mendorong negara mereka ke dalam keruntuhan ekonomi.

"Tujuannya adalah untuk menyelesaikan ini pada akhir bulan," kata Borrell.

Krisis politik telah meninggalkan negara itu tanpa pemerintahan yang berfungsi sejak yang terakhir mengundurkan diri setelah ledakan besar menewaskan puluhan dan menghancurkan petak Beirut pada Agustus 2020.

“Perekonomian meledak dan penderitaan rakyat Lebanon terus meningkat,” kata Borrell. “Mereka perlu memiliki pemerintah Lebanon untuk menghindari kehancuran negara, (yang) sepenuhnya mampu menerapkan reformasi dan melindungi rakyat negara ini.”

Lebanon terperosok ke dalam krisis yang oleh Bank Dunia disebut sebagai salah satu krisis ekonomi terburuk sejak tahun 1850-an, dan negara yang kekurangan uang itu berjuang untuk membeli bahan bakar acar cukup untuk listrik tetap menyala.

Krisis ekonomi telah membuat mata uang pound Lebanon kehilangan lebih dari 90 persen nilainya terhadap dolar di pasar gelap, dan membuat lebih dari separuh penduduk hidup di bawah garis kemiskinan.

Pada bulan April, Prancis memberlakukan sanksi dengan membatasi masuknya tokoh-tokoh Lebanon yang dikatakan bertanggung jawab atas krisis politik. (AFP)

Editor : Sabar Subekti


Kampus Maranatha
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home