Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 03:59 WIB | Kamis, 27 April 2023

Menteri Pertahanan Rusia, Turki, Iran dan Suriah Bertemu di Moskow

Delegasi yang dipimpin Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, dan Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, mengadakan pembicaraan di Moskow, Rusia, pada 25 April 2023. (Foto: Reuters)

MOSKOW, SATUHARAPAN.COM-Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, pada hari Selasa (25/4) menjadi tuan rumah pembicaraan empat arah yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan antara Ankara dan Damaskus, yang terputus pada awal perang saudara Suriah pada tahun 2011.

“Langkah-langkah praktis dibahas di bidang penguatan keamanan di Republik Arab Suriah dan normalisasi hubungan Suriah-Turki,” kementerian pertahanan Rusia. Moskow menekankan pentingnya melawan “perang melawan semua kelompok ekstremis di Suriah.”

Shoigu, yang menjadi tuan rumah rekan-rekan dari Suriah, Turki dan Iran, juga mengadakan sejumlah pembicaraan bilateral. Kremlin telah berusaha untuk memperbaiki hubungan antara Damaskus dan Turki di bawak kepresidenan Recep Tayyip Erdogan.

Mediasi Kremlin yang berhasil akan memberi Presiden Vladimir Putin pengaruh diplomatik dengan Rusia yang diisolasi secara internasional atas serangan Moskow di Ukraina.

Dalam pernyataan serupa, kementerian pertahanan Turki menunjuk pada "suasana konstruktif" dari pertemuan tersebut di mana para pihak membahas "masalah upaya intensif untuk mengembalikan pengungsi Suriah ke tanah mereka."

Semua peserta “menegaskan kembali rasa hormat mereka terhadap integritas teritorial Suriah,” tambah kementerian Turki.

Di Damaskus, kementerian pertahanan Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah bahwa “pertemuan kuartet para menteri pertahanan” telah membahas “penarikan pasukan Turki” dari Suriah.

Erdogan dan pemimpin Suriah Bashar al-Assad memiliki hubungan baik pada tahun 2000-an setelah bertahun-tahun ketegangan antara negara mereka setelah pecahnya Kekaisaran Ottoman.

Tetapi perang saudara Suriah, yang telah menewaskan 500.000 orang dan menelantarkan jutaan orang, membuat tegang hubungan antara Damaskus dan Ankara, yang telah lama mendukung kelompok oposisi yang menentang Assad.

Damaskus adalah sekutu setia Moskow, yang ikut campur dalam perang saudara pada 2015, meluncurkan serangan udara untuk mendukung pasukan pemerintah yang sedang berjuang.

Dengan dukungan Rusia dan Iran, Damaskus telah memenangkan kembali sebagian besar wilayah yang hilang pada tahap awal konflik. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home