Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:29 WIB | Jumat, 22 April 2016

Menteri UE Sepakat Pasukan Perbatasan Baru Hambat Imigran

Menteri UE Sepakat Pasukan Perbatasan Baru Hambat Imigran
Pengungsi duduk di atas tanah sambil menyantap makanan di kamp perbatasan Yunani-Makedonia dekat desa Idomeni, 20 April 2016. Lebih dari 152 ribu orang tiba di Yunani dari Turki dengan melintasi lautan sejak 1 Januari, sepertiganya adalah warga Suriah, ungkap laporan yang dirilis Organisasi Migran Internasional (IOM) pada 8 April. Daniel Mihailescu/AFP
Menteri UE Sepakat Pasukan Perbatasan Baru Hambat Imigran
Anak-anak bermain sepak bola di kamp sementara imigran dan pengungsi di perbatasan Yunani-Makedonia dekat desa Idomeni pada 20 April 2016. Menurut statistik yang dirilis bulan ini oleh Organisasi Imigran Internasional (IOM), lebih dari 152.000 orang tiba di Yunani melalui laut dari Turki sejak 1 Januari, hampir tiga perempat dari mereka adalah warga Suriah. AFP PHOTO/Joe Klamar
Menteri UE Sepakat Pasukan Perbatasan Baru Hambat Imigran
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras menyambut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebelum berdiskusi mengenai krisis migran di Athena pada 22 April 2016. Louisa Gouliamaki/AFP

LUKSEMBURG, SATUHARAPAN.COM – Sejumlah menteri dalam negeri Uni Eropa, hari Kamis (21/4), secara resmi menyetujui usulan pasukan perbatasan dan penjaga pantai baru yang dapat mengintervensi negara-negara seperti Yunani guna memperlambat masuknya para imigran.

Usulan tersebut saat ini diajukan ke Parlemen Eropa untuk disetujui. Beberapa pejabat menyebutkan bahwa usulan itu dapat diberlakukan pada Juni guna memungkinkan pengerahan pasukan baru pada akhir musim panas.

Brussel juga menepis kekhawatiran bahwa pasukan baru itu akan mengganggu kedaulatan nasional, mengatakan bahwa setiap negara harus memberikan persetujuan mereka sebelum pasukan tersebut melakukan intervensi.

“Hari ini dewan telah mencapai kesepakatan terkait perbatasan dan penjaga pantai Eropa,” ungkap Komisioner Keimigrasian Uni Eropa Dimitris Avramopoulos dalam konferensi pers setelah para menteri bertemu di Luksemburg.

“Jika kami mempertahankan laju ini, saya yakin kami akan dapat menyelesaikan proses legislasinya pada Juni.”

Pada Desember, para pemimpin Uni Eropa menetapkan tenggat waktu untuk pasukan baru itu pada 30 Juni, yang merupakan bagian penting dari strategi blok untuk mengatasi arus kedatangan imigran bersama kesepakatan dengan Turki yang dicapai bulan lalu. (AFP)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home