Loading...
DUNIA
Penulis: Yan Chrisna Dwi Atmaja 13:06 WIB | Selasa, 27 Mei 2014

Militer Nigeria Tahu Keberadaan Korban Penculikan Boko Haram

Marsekal Alex Badeh (depan), mengatakan kepada pengunjuk rasa di Abuja pada hari Senin (26/5) bahwa Nigeria akan membebaskan gadis yang diculik. (Foto: bbc.co.uk/AP)

ABUJA, SATUHARAPAN.COM - Perwira tertinggi militer Nigeria pada Senin (26/5) memberikan secercah harapan bagi keluarga lebih dari 200 siswi sekolah yang disandera militan Boko Haram, mengungkapkan mereka tahu keberadaan para remaja tersebut.

Lebih dari 200 anak perempuan diculik oleh kelompok bersenjata Boko Haram dari sebuah sekolah di Nigeria utara pada bulan April.

“Kabar baik bagi para siswi tersebut adalah kami tahu keberadaan mereka, tapi kami tidak bisa memberitahukannya kepada Anda,” kata Kepala Pertahanan Udara Marsekal Alex Badeh kepada wartawan di ibu kota Abuja, sementara krisis penyanderaan itu sudah memasuki pekan ketujuh.

Pemerintah dan militer Nigeria menuai kritikan tajam atas tanggapan mereka terhadap penculikan massal pada 14 April itu dan mereka akhirnya dipaksa menerima bantuan dari luar negeri, termasuk Amerika Serikat (AS), dalam upaya penyelamatan itu.

Dia mengatakan sebuah kesepakatan mampir saja disepakati dengan menukar 50 siswi yang diculik dengan pembebasan 100 tahanan Boko Haram. 
 
Namun pemerintah Nigeria menarik kembali kesepakatan setelah Presiden Goodluck Jonathan menghadiri konferensi tentang krisis tersebut di Paris. Sementara alasan pembatalan belum jelas. 

Pesawat tanpa awak dan pesawat pengintai AS tengah menjelajahi timur laut Nigeria dan negara tetangga Chad dari udara, sementara tim dari Inggris, Prancis dan Israel menyediakan tenaga ahli di darat.

Badeh angkat suara setelah berbicara di hadapan demonstran yang berunjuk rasa di Markas Pertahanan di Abuja.

Perwira tersebut enggan mengungkapkan informasi lebih rinci, menyebut operasi tersebut sebagai “rahasia militer”, namun menambahkan: “Kami sedang berusaha. Kami akan membawa gadis-gadis itu kembali.”

Ribuan orang telah meninggal sejak Boko Haram mulai kampanye kekerasan terhadap pemerintah Nigeria tahun 2009. (AFP)


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home