Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 14:47 WIB | Jumat, 18 Desember 2015

Mungkin Sekjen PBB Mendatang Perempuan?

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, diplomat Korea Selatan yang dua periode memimpin organisasi internasional itu, akah berakhir masa jabatannya pada tahun 2016. (Foto; dari un.org)

NEW YORK, SATUHARAPAN.COM – Mungkinkah sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mendatang, menggantikan Ban Ki-moon, seorang perempuan? Selama 70 tahun, sejak berdiri organisasi beranggota 193 negara ini dipimpin oleh kaum pria sebagai Sekjen.

Sejak pekan ini, PBB secara formal memulai membicarakan pemilihan Sekjen mendatang. Sekretaris Jenderal PBB sekarang, Ban Ki-moon, mantan Menteri Luar Negeri Korea Selatan, akan berhenti dari jabatannya pada akhir 2016 setelah memegang jabatan selama dua periode. Secara tradisi, Sekjen PBB akan bergilir berdasarkan kawasan. Setelah dari Asia, tampaknya putaran berikutnya dari Eropa Timur. Namun demikian, belum muncul nama-nama dari kawasan ini.

Sementara itu, 15 negara anggota Dewan Keamanan, termasuk pemegang hak veto, Tiongkok, Rusia, Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, juga secara tradisional memegang kendali daftar calon di balik pitu tertutup untuk merekomendasikan calon yang akan dipilih oleh Majelis Umum.

 

Vesna Pusic, Menteri Luar Negeri Kroasia, salah satu yang mulai disebut sebagai kandidat Sekjen PBB. (Foto: Ist)

 

Pembicaraan tentang siapa Sekjen PBB mendatang tampaknya telah dimuali. Reuters melaporkan bahwa Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, dan Duta Besar Denmark untuk PBB, Mogens Lykketoft, telah mengirim surat kepada Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

Surat itu untuk mendorong transparansi dan agar negara-negara anggota mulai mencari pengganti Ban. Surat itu menyebutkan tentang proses dan meminta pengajuan kandidat.

Keduanya meyakinkan tentang kebutuhan dan perlunya menjamin kesempatan yang sama bagi perempuan dan pria dalam memperoleh akses pada posisi pengambilan keputusan senior di PBB.  Negara anggota juga didorong untuk mempertimbangkan kehadiran perempuan, selain calon pria.

Majelis Umum akan membahas surat itu dalam mengadopsi resolusi tentang pemilihan tersebut pada bulan September.

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk PBB, Matius Rycroft, menanggapi hal itu sebagai letusan pistol mengawai awal perlombaan untuk menjadi Sekjen PBB berikutnya. Rycroft, menurut Reuters ikut merumuskan surat tersebut.

Menurut dia, penting untuk menjamin kesetaraan jender, proses yang jelas dan transparan. Selain itu surat tersebut juga meminta agar para calon mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara formal dengan negara-negara anggota.

Dua Kandidat

Menurut para pejabat PBB, daftar calon Sekjen akan selesai pada bulan Maret tahun depan. Dan Dewan Keamanan akan mulai proses seleksi pada bulan Juli.

Namun Dubes Denmark, seperti dikutip Reuters menyebutkan bahwa Lykketoft mengatakan sejauh ada dua kandidat telah diajukan untuk pemilihan, yaitu mantan Presiden Majelis Umum PBB, Srgjan Kerim, seorang pria dari Makedonia, dan seorang perempuan, Menteri Luar Negeri Kroasia, Vesna Pusic. Keduanya dari Eropa Timur.

 

Srgjan Kerim, mantan Presiden majelis Umum PBB (2007 - 2008) bersama Kofi Annan, mantan Sekjen PBB asal Ghana (1997 - 2006). (Foto: Ist)

 

Dalam suratnya, Power dan Lykketoft mengatakan, "Kami mengundang calon yang akan diajukan memeiliki kepemimpinan telah terbukti dan kemampuan manajerial, pengalaman yang luas dalam hubungan internasional dan kuat dalam diplomasi, komunikasi , serta menguasai berbagai bahasa."

Namun demikian, apakah di antara 193 negara anggota PBB akan mengajukan nama lain, belum ada suara. Namun setidaknya dua kandidat ini muncul dari dua anggota di antara lima negara pemegang hak veto Dewan Kemanan yang sangat berpengaruh di PBB.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home