Loading...
DUNIA
Penulis: Prasasta Widiadi 05:54 WIB | Minggu, 15 November 2015

Muslim Singapura Berduka atas Tragedi Penembakan di Paris

Mufti Negara Majelis umat Islam Singapura, Mohammed Fatris Bakaram. (Foto: beritaharian.com.sg).

SINGAPURA, SATUHARAPAN.COM – Majelis Umat Islam Singapura (MUIS) mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat Muslim Singapura berduka atas peristiwa tragedi penembakan di Paris, Jumat (13/11).

Dalam pernyataan resmi hari Sabtu (14/11) MUIS menyatakan masyarakat Muslim Singapura  berduka cita atas kehilangan banyak nyawa dalam serangan-serangan di Prancis itu dan berharap perdamaian dan keamanan akan terpelihara.

Mufti Negara, Mohammed Fatris Bakaram  menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban semoga mereka tabah menghadapi tragedi ini.

Tragedi yang terjadi di ibu kota Prancis itu menewaskan lebih dari ratusan nyawa. Dalam kesempatan terpisah Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menggambarkan serangan-serangan di Paris sebagai serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang dibagikan.

Dalam tulisan di halaman Facebooknya pada Sabtu (14/11 Lee  terkejut atas kejadian tragis itu. Dia mengatakan ini bukan kali pertama orang-orang tidak berdosa dibunuh secara massal.

“Setiap kali itu (pembantaian massal, Red) terjadi, kita sekali lagi merasa terkejut dan marah, karena serangan seperti ini sebenarnya satu serangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Doa dan simpati kami kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan, dan kepada rakyat dan pemerintah Perancis," kata Lee.

 Lee mengatakan ia akan mencoba membicarakan tentang  perdamaian dalam waktu dekat, karena dia akan melakukan perjalanan ke Antalya, Turki dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20, dan salah ada salah satu agenda yakni pembahasan pemberantasan  terorisme global.

"Insiden terbaru ini menjadikan diskusi kami ini lebih relevan dan genting," kata Lee.

Di gedung konser Bataclan, CNN melaporkan Sabtu (14/11) dini hari telah terjadi penyerangan dan pembantaian secara brutal oleh sekelompok orang yang terlatih menggunakan senjata jenis AK-47 otomatis. Sekitar dua atau tiga orang bersenjata memasuki ruang konser Bataclan sambil melepaskan tembakan ke arah polisi. Seorang saksi mata mengatakan, setidaknya ada enam sampai delapan penyandera. Otoritas Prancis melakukan penyelidikan terkait terorisme atas peristiwa ini.  (berita.mediacorp.sg/cnn.com).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home