Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 19:10 WIB | Jumat, 12 Agustus 2016

Netanyahu: Saya Lebih Peduli Palestina Daripada Pemimpin Hamas

PM Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan peta kedudukan Israel di tengah dunia (Foto: timesofisrael.com)

TEL AVIV, SATUHARAPAN.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan  ia dan Israel sebagai negara lebih peduli nasib Palestina ketimbang para pemimpin bangsa itu.

Video pernyataannya  itu muncul setelah Israel menuduh dua warga Palestina yang dipekerjakan oleh badan amal internasional, World Vision, dan PBB, menyalurkan dana kepada kelompok militan Islam, Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.

"Saya mengatakan sesuatu sekarang yang beberapa dari Anda tidak akan percaya. Tapi saya akan mengatakan itu  karena itu benar, " kata Netanyahu dalam video YouTube, sebagaimana disiarkan oleh CNN.

"Saya, perdana menteri Israel, lebih peduli Palestina dari pada pemimpin mereka sendiri. Israel lebih peduli Palestina daripada para pemimpin mereka."

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa, "orang-orang Palestina yang tidak bersalah dan miskin dihambat dari bantuan penting yang dipasok oleh berbagai negara di seluruh dunia."

Mengacu pada kasus World Vision, di mana direktur cabang Gaza LSM tersebut yang dituduh menyalurkan puluhan juta dolar untuk Hamas, ia berkata: "Hamas menggunakan uang curian ini untuk membangun sebuah mesin perang untuk membunuh orang-orang Yahudi," katadia.

World Vision telah mengatakan bahwa  tidak ada bukti atas klaim Israel.

Komentar Netanyahu menyebabkan kemarahan di kalangan kelompok-kelompok hak asasi Palestina, yang menyatakan bahwa Netanyahu berusaha untuk mengkonsolidasikan kontrol Israel atas bantuan kemanusiaan internasional ke Jalur Gaza dan mengatakan catatan Israel tentang penganiayaan warga Palestina dengan sendirinya membantah komentarnya.

Shawan Jabarin, direktur umum LSM Palestina, Al-Haq, menyebut video itu "propaganda" Netanyahu untuk mencegah donor internasional mengirimkan bantuan keuangan kepada Palestina.

"Mereka berusaha merusak pekerjaan organisasi bantuan internasional," kata dia kepada Al Jazeera.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home