Loading...
BUDAYA
Penulis: Martahan Lumban Gaol 18:42 WIB | Jumat, 06 November 2015

Netizen Doakan Ade Juwita Diterima di Sisi Tuhan Yesus

Ade Juwita saat hadir dalam sebuah acara talk show di salah satu televisi swasta Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komedian 'Lenong Rumpi', Ade Libertifa atau yang lebih dikenal dengan nama Ade Juwita, telah menghebuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sorong, Provinsi Papua, hari Jumat (6/11) pukul 07.40 WIT, karena penyakit komplikasi.

Kabar duka yang kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air itu telah dibenarkan oleh sejumlah rekan Ade Juwita. Seperti, Harry de Fretes dan Debby Sahertian, dalam wawancara dengan sejumlah media nasional.

Mendengar informasi itu, para netizen (internet zitizen/pengguna sosial media) langsung mendoakan agar amal dan ibadah Ade Juwita diterima di sisi Tuhan Yesus. Mereka mengaku sedih, dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan sosok yang senantiasa menghadirkan canda dan tawa di layar kaca.

“Turut Berduka Cita atas meninggalnya Komedian Senior Ade Juwita.smoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yesus. Amen,” ucap Giovanni Beckhurst dalam akun Twitter-nya, @giov_bs, hari Jumat (6/11).

Sementara Precy, dalam akun Twitter-nya, @LAOHprecy, mengatakan, “Selamat jalan Ade Juwita. Terima kasih untuk canda dan tawamu dulu. Tuhan Yesus menyayangimu.”

Ade meninggal dalam usia usia 45 tahun. Ade dikenal sebagai komedian yang menghiasi layar kaca melalui program komedi ‘Lenong Rumpi’ yang ditayangkan di stasiun televisi RCTI pada era 1990-an.

Dalam Lenong Rumpi, Ade kerap tampil dengan peran kebanci-bancian yang jenaka saat beradu akting bersama Harry yang berperan sebagai Boim, Debby Sahertian, dan Robby Tumewu.

Gen Perempuan Mendominasi

Dalam situs kapanlagi.com, sosok yang secara fisik adalah laki-laki itu pernah mengaku gen perempuan lebih mendominasi dalam dirinya. Sehingga, ia lebih sering terlihat berdandan layaknya seorang perempuan.

Bagi Ade, tidak ada yang perlu disesali dalam kehidupan ini meski sebagian orang menganggap dirinya "beda". Toh, sejak kecil dia sudah terbiasa dengan situasi itu. Terlebih sewaktu menyadari dirinya terlahir berjenis kelamin pria namun lebih menyukai segala hal yang feminin.

Waktu duduk di bangku Sekolah Dasar, Ade mengaku lebih suka main boneka dan rumah-rumahan, dibanding berkumpul bersama anak laki-laki untuk bermain mobil-mobilan. Beranjak ke bangku Sekolah Menengah pertama, dia mulai gemar mengenakan bedak dan membersihkan muka layaknya dara tulen. Bahkan ketika di bangku Sekolah Menang Atas, Ade mulai melirik dengan sosok laki-laki.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home