Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 06:56 WIB | Kamis, 08 Oktober 2015

NPC Targetkan Atlet Raih 103 Emas di APG 2015

Ilustrasi: atlet panahan difabel giat berlatih di Lapanagan Panahan, Pulo Mas, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Prasasta Widiadi)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi National Paralympic Committee (NPC) Waluyo menginginkan  atlet difabel yang kini terdaftar di NPC dan dipersiapkan menuju Asian Paralympic Games (APG) di Singapura yang jumlahnya mencapai 190 orang diharapkan mengumpulkan 103 medali emas saat tampil pada Desember 2015.

“Bila target itu tecapai, tidak menutup kemungkinan peluang mempertahankan juara umum bisa terpenuhi,” kata Waluyo di Jakarta, Rabu (7/10).

Waluyo menambahkan untuk Paralimpiade (beberapa pekan setelah Olimpiade) di Brasil tahun 2016, ia memberikan target para atlet minimal  2 medali perak dan 3 perunggu. Sebenarnya kontingen Indonesia berpeluang menyuguhkan medali emas di Brasil, namun karena perenang andalan asal Jabar yaitu Mulyana mengundurkan diri dalam Pelatnas, maka peluang itu belum bisa terdeteksi.

National Paralympic Committee (NPC) selain mempersiapkan atlet  menuju ASEAN Para Games di Singapura 3-9 Desember 2015, juga menempa atlet yang dipromosikan ke Paralimpiade di Brasil tahun 2016 dan Asian Para Games di Indonesia tahun 2018.

“Sudah tentu membutuhkan try-out dan training camp cukup. Sekarang para atlet melakukan latihan optimal di Solo menuju ketiga multi event tersebut,” kata  Waluyo. 

Ia berharap,  Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) bisa menarik kembali Mulyana masuk Pelatnas. Karena pengurus NPC sudah melakukan pendekatan, namun belum memenuhi hasil yang matang. Dengan waktu tersisa enam bulan menuju Brasil Waluyo optimis Mulyana masih bisa memperbaiki prestasi yang dimiliki. Pasalnya saat tampil di Asian Para Games di Korsel, Mulyana mampu memperbaiki rekor dunia di sprint 50 m.

Sedang untuk Asian Para Games di Jakarta katanya, sudah jelas kontigen Indonesia bisa memperbaiki peringkat yang dimiliki. Bila di Incheon Korsel mampu membawa pulang sembilan medali emas ke Tanah Air, maka di Indonesia nanti bisa diperbaiki lagi. Apalagi Mulyana di cabang renang bisa masuk lagi melakukan latihan di Pelatnas.

Beberapa waktu lalu, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Asdep Peningkatan Prestasi Kemenpora) Doddy Iswandi menyebut bahwa mempertahankan juara umum ASEAN Para Games akan jauh lebih sulit daripada meraihnya.

“Atas pertimbangan itulah, atlet difabel yang dipromosikan ke APG di Singapura diberikan latihan di berbagai event internasional maupun Kejurnas,”kata  Doddy.

 Doddy melanjutkan, dalam APG kali ini sudah jelas kontingen Indonesia mendapat lawan kuat datang dari Thailand, Vietnam dan Myanmar. Namun dengan kekuatan atlet yang ada paparnya, tidak menutup kemungkinan tampil di 11 cabang olahraga masih mampu mempertahankan posisi pertama dengan alokasi 103 medali emas.

Mengumpulkan 103 medali emas seperti yang diberikan induk organisasi Difabel Indonesia merupakan target yang realistis bila dibanding dengan di Myanmar tahun 2013 ketika kontingen APG Indonesia mampu mengumpulkan 99 medali emas, 69 perak dan 49 perunggu. Sedang pesaing dekat Indonesia Thailand menempati posisi kedua dengan 96 medali emas, 82 perak dan 70 perunggu.

Sementara itu Waluyo mengatakan target dan ambisi di Singapura akan tercapai dengan melakukan pelatnas yang terfokus dan berkelanjutan seperti yang dilakukan di Solo, Jawa Tengah.

Menurutnya, para atlet APG yang kini melakukan latihan di Solo tetap mempunyai semangat menyala untuk meraih medali emas disetiap cabang yang diikutinya. Semua itu merupakan upaya untuk mengejar dan mempertahankan di Singapura Desember mendatang. Begitu juga sebagai acuan menuju SEA Games XXIX Jakarta tahun 2017 dan Asian Games XVIII di Jakarta tahun 2018. (satlakprima.com).

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home