Loading...
EKONOMI
Penulis: Diah Anggraeni Retnaningrum 23:36 WIB | Selasa, 30 Desember 2014

OJK Minta Asuransi Layani Keluarga Korban Airasia

Keluarga penumpang pesawat Air Asia penerbangan QZ 8501 menunjukkan potret keluarga di Crisis Center AirAsia di Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/12). (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan asuransi yang menjamin penumpang pesawat AirAsia QZ 8501, Allianz Global Corporate & Specialty UK, dan juga PT Jasa Raharja (Persero) untuk dapat segera melayani pihak keluarga dari penumpang yang menjadi korban.

"OJK memerintahkan perusahaan asuransi dan Jasa Raharja segera melayani hak-hak klaim dan santunan para korban AirAsia kepada pihak pihak keluarga terutama Jasa Raharja," kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK Dumoly F Pardede di Jakarta, Selasa (30/12).

Selain itu, lanjut Dumoly, OJK juga meminta kedua perusahaan asuransi tersebut untuk dapat membentuk care claim yang maksimum untuk meringankan beban para keluarga korban yang ditinggal.

Perusahaan asal Jerman Allianz Global Corporate & Specialty UK sebelumnya sudah mengkonfirmasi akan menjadi lead reinsurer untuk Air Asia, untuk pesawat dan asuransi pertanggungan 162 orang yang berada di dalamnya.

"Kami bersiap mendukung klien kami (AirAsia) sepenuhnya dan secepat yang dimungkinkan, bekerja dengan para broker asuransi dan para co-reinsurer kami," sebut Allianz dalam pernyataannya, Senin (29/12) lalu.

Saat ini, Badan SAR Nasional siap menerjunkan 21 penyelam untuk mencari pesawat AirAsia QZ 8501 yang kini mulai diketahui letaknya di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sebanyak 21 penyelam yang terdiri dari 11 personel TNI AL dan 10 dari tim penyelamat akan menyelam di sekitar daerah ditemukannya serpihan, benda atau bagian yang diduga berasal dari pesawat AirAsia QZ 8501.

Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengatakan penyelam diterjunkan mempertimbangkan kedalaman laut yang ada di kisaran 25-30 meter di bawah permukaan laut, sehingga masih aman untuk manusia menyelam.

Sebelumnya, tim gabungan mulai menemukan bagian yang diduga pesawat AirAsia QZ 8501 berikut jenazah yang berada di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Berdasarkan penuturan Bambang, pesawat C925 AU menemukan benda-benda, serpihan atau bagian warna putih yang diduga dari pesawat Air Asia QZ 8501 yang mengapung pada koordinat 3 derajat 46 50-LS 110 derajat 29 27-BT pada pukul 08.00 WIB. (Ant)

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home